Asal Usul Desa



Asal Usul Desa Nyamok

Janganlah kamu melupakan sejarah. Karena orang bijak mengatakan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai dan menghormati jasa para pahlawannya. Begitu juga dengan masyarakat Desa Nyamok, yang tidak akan pernah melupakan sejarah desanya. Nama yang aneh, unik untuk sebuah desa. Sering dikira Desa Nyamuk, padahal penulisan dan pengucapannya adalah Nyamok. Ada beberapa peran tokoh yang menjadikan berdirinya Desa Nyamok, salah satunya Adipati Suryanegara. Desa Nyamok terletak di Kecamataan Kajen Kabupaten Pekalongan. Desa ini berdekatan dengan alun-alun Kajen atau ibukota Pekalongan. Banyak sejarah dikota Kajen dan sekitarnya, termasuk juga dengan Desa Nyamok. Inilah awal mula asal usul Desa Nyamok.

Pada zaman dahulu kala ada seorang Adipati. Adipati tersebut  bernama Adipati Suryanegara  atau yang sering dikenal Bupati Luwuk. Adipati Suryanega jatuh cinta dengan putri dari Adipati Madukesuma yaitu Dewi Sekar Tanjung. Adipati Madukesuma dan putrinya bertempat tinggal di Kadipaten Kleyangan (Penggung) yang sekarang menjadi Tanjung Kulon.
Paras yang cantik bagai bidadari yang turun dari kahyangan membuat Adipati Suryanegara tergila-gila dengan Dewi Sekar Tanjung. Adipati Suryanegara berniat melamar Dewi Sekar Tanjung untuk dijadikan istrinya. Adipati Suryanegara melamar Dewi Sekar Tanjung dengan satu gerobak emas. Namun  lamaran Adipati Suryanegara tidak berbuah manis, Adipati Suryanegara ditolak mentah-mentah oleh Dewi Sekar Tanjung karena Dewi Sekar Tanjung tidak mencintai Adipati Suryanegara, lalu emas tersebut dibuang di Penggung dan sekitarnya. Maka sampai sekarang banyak orang yang menemukan emas tersebut, berupa gelang, kalung, anting, maupun yang masih batangan.
Kekecewaan yang dialami Adipati Suryanegara kepada Dewi Sekar Tanjung membuat Adipati Suryanegara marah. Kemarahan Adipati Suryanegara mengakibatkan peperangan antara Adipati Suryanegara dengan Kadipaten Kleyangan.
Dalam peperangan tersebut Adipati Suryanegara mengalami kekalahan. Tidak cukup disitu perjuangan Adipati Suryanegara. Adipati Suryanegara tidak kehabisan akal. Adipati Suryanegara mengambil jalan pintas dengan mengendarai sebuah perahu. Perahu tersebut mempunyai nama yaitu Perahu Kaladuta[1].
 Dengan mengendarai Perahu Kaladuta tersebut, Adipati Suryanegara melewati sebuah wilayah kecil yang belum mempunyai nama. Dan Perahu Kaladuta berhenti diwilayah tersebut, sehingga wilayah tersebut diberi nama oleh Adipati Suryanegara dengan sebutan Dukuh Nambangan[2].
Adipati Suryanegara berbuat curang dengan membangun  sebuah Trowongan. Dari Dukuh Nambangan Adipati Suryanegara membuat trowongan bawah tanah yang menuju ke Tanjung Kulon. Trowongan tersebut diberi nama oleh warga sekitar dengan sebutan Galuran atau bekas galian pada saat penggalian trowongan. Sekarang kebetulan trowongan tersebut berada didukuh Tambor
Mengapa diberi nama dukuh Tambor? Karena dahulu ada seekor warak[3] yang sedang mandi lumpur. Warga yang menyaksikan warak tersebut secara refleks berteriak-teriak.  Karena teriakan warga yang berisik membuat dukuh ini dinamai dukuh Tambor[4].
Adipati Suryanegara merasa pekerjaannya terganggu dengan teriakan warga Tambor. Hal ini membuat Adipati Suryanegara kesal dengan warga Tambor, akhirnya Adipati Suryanegara mengutuk warga Tambor. Dalam kutukannya, Adipati Suryanegara berucap bahwa warga Tambor tidak boleh menikah dengan warga Luwuk (sekarang Pekiringan Alit). Setelah melakukan perjalan yang cukup lama melewati trowongan bawah tanah yang jarak tempuhnya cukup jauh yaitu dari Nambangan sampai Tanjung Kulon, akhirnya Adipati Suryanegara telah sampai dipinggir desa Tanjung Kulon, dan keluarlah Adipati Suryanegara dari trowongan tersebut.
Setelah melihat keadaan sekitar, ternyata masih ada satu atau dua rumah. Maka Adipati Suryanegara memberi nama desa itu desa Nyamok[5] .
Tidaklah aneh jika sekarang ada alun-alun Kajen yang cukup luas. Karena disitulah sang Adipati Suryanegara mendirikan perkemahan untuk perang kedua dengan Kadipaten Kleyangan. Peperangan kedua dimenangkan oleh Kadipaten Kleyangan.
Itulah sedikit ulasan dari sejarah asal usul desa Nyamok, mungkin ada beberapa versi yang berbeda. Kadang perbedaan tersebut menyebabkan masalah, tetapi perbedaan itu dapat menguatkan sejarah yang satu dengan sejarah yang lain. Dan janganlah melihat masa lalu dengan penyesalan, jangan pula melihat masa depan dengan ketakutan, tapi lihatlah sekitarmu dengan penuh kesadaran dan keyakin yang kuat.


[1]  Perahu Pusaka                   
[2]  Tempat berhentinya perahu Kaladuta
[3]  Hewan Badak
[4]  Berisik
[5]  Berumah jarang atau sedikit

Komentar