KIMIA
Tabel
Pengamatan Korosi pada Paku
No.
|
Paku + ......
|
Terbentuk
korosi pada hari ke-
|
Keterangan
|
1.
|
NaOH
|
8
|
|
2.
|
HCl
|
1
|
|
3.
|
NaCl
|
4
|
|
4.
|
Tanpa perlakuan
|
6
|
|
5.
|
Air
|
2
|
|
6.
|
Air
matang
|
3
|
|
7.
|
Lilit
Cu
|
5
|
|
8.
|
Minyak
|
7
|
2. Urutkan
dari yang paling cepat terbentuk !
1) HCl
2) Air
3) Air matang
4) NaCl
5) Lilit cu
6) Tanpa perlakuan
7) Minyak
8) NaOH
3. Apa
penyebab korosi ?
·
Udara (O2) : Korosi terjadi lebih mudah jika suatu logam berekasi dengan
udara di sekitarnya, jadi korosi
akan lebih cepat terjadi jika oksigen bereaksi
dengan mengoksidasi logam tertentu yang
cukup reaktif, seperti besi (Fe).
·
Air (H2O) : Korosi juga akan terjadi jika
pereduksinyaadalah air (H2O), sehingga lebih mudah suatu
logam cukup
reaktif jika telah berinteraksi dengan air (O2)
·
Jenis Pereduksi
: tidak semua pereduksi mampu menyebabkan korosi, contohnya HCl, dan larutan
lainnya
dari asam halida.
·
Jenis Logam :
Logam yang sangat reaktif dapat mencegah logam lain untuk bereduksi sehingga
kejadian
korosi dapat dicegah.
4. Bagaimana
cara mencegah korosi ?
Mencegah korosi dapat dilakukan
dengan cara sebagai berikut :
a.) Sacrificial
Protection (Pengorbanan Anode)
b.) Cromium Plating (Pelapisan Dengan Kromium)
c.) Galvanisasi (Pelapisan Dengan Zink)
d.) Tin Plating (Pelapisan Dengan Timah)
e.) Dibalut Dengan Plastic
f.) Melumuri Dengan Oli Atau Minyak
g.) Dicat
b.) Cromium Plating (Pelapisan Dengan Kromium)
c.) Galvanisasi (Pelapisan Dengan Zink)
d.) Tin Plating (Pelapisan Dengan Timah)
e.) Dibalut Dengan Plastic
f.) Melumuri Dengan Oli Atau Minyak
g.) Dicat
Komentar
Posting Komentar