Naskah Drama
Mix Rama Shinta dan Andhe-Adhe Lumut
*Di ruang kerajaan
Kausala : Apakah gerangan yang membuat kakanda
mengumpulkan kami semua
disini?
Dasarata : Sebagaimana
yang kalian semua lihat, bahwa semakin lama tubuh saya
semakin lemah dimakan usia. Rama, Barata, Laksmana dan Satrukna sudah
tumbuh dewasa dengan tubuh yang kuat dan gagah. Oleh karena itu saya bermaksud
untuk membicarakan penurunan tahta setelah saya tiada nanti. Dan setelah saya
pertimbangkan dengan matang maka saya memutuskan untuk memberikannya kepada,
Rama.
Kaikeyi : Maaf kakanda bukannya saya tidak menghargai
keputusan kakanda. Akan
tetapi bukankah kakanda telah membuat janji bahwa tahta akan
diturunkan kepada Barata dan Rama harus dibuang di hutan selama 15 tahun.
Kausala : Kaikeyi!!
Kaikeyi : Maaf mbak yu, tetapi kakanda Dasarata sendiri
yang telah memuat janji itu
sendiri ketika ia jatuh sakit.
Rama : Tidak apa-apa ibunda, janji adalah janji.
Kausala : Tapi, Rama...
Rama : (Tersenyum). Rama siap Ayahanda.
Barata : Kakang!!!
Rama : Tidak apa-apa Barata. Tidak usah berberat
hati, saya juga ingin
memperdalam ilmu saya di hutan nanti.
Shinta : Saya akan ikut denganmu Kakanda.
Rama : Tidak adindah tetaplah tinggal bersama
Laksmana dan Urmila adikmu.
Shinta :
Tidak kakanda, untuk apa dulu kau bersusah payah memenangkan
sayembara dari ratusan orang untuk dapat menikahiku jika akhirnya
hanya kau tinggalkan.
Rama : Jangan berkata seperti itu Adinda, lisanmu
menyakiti hati Kakanda.
Shinta : Maka dari itu bawa dinda bersamamu Kakanda.
Dasarata : Besar sekali hatimu anakku. Laksmana,
antarkanlah Rama ke huta Dendaka
dan kunjungilah ia untuk beberapa saat.
Laksmana : Baik Ayahanda.
Rama : Izinkan saya untuk mengundurkan diri dan
segera megemas pakaian saya
Ayahnda.
Dasarata : Segera kembalilah ke sini agar kami dapat
mengantarkanmu ke depan
bersama-sama.
Rama : Baik Ayahanda, mari Adinda!
(Rama dan shinta ke belakang layar kemudian muncul lagi membawa
pakaian dan seluruh orang mengantarnya ke depan kemudian rama pergi bersama
shinta dan laksmana).
*Di pinggir hutan
(Mbok Rondho membawa sayuran kemudian terjatuh)
Andhe
: Mbok, tidak apa-apakah?
Bejo : Walahdalah,
pie iki?
Mbok Rondho : Sepertinya kaki saya tergilir anak muda.
Andhe : Coba saya lihat Mbok, (memijit). Bagaimana?
Sudah mendingan Mbok?
Mbok Rondho : Iya anak muda, pandai sekali kau memijit,
sudah pandai memijit tampan
pula.
Bejo :
Saya tidak tampan Mbok?
Mbok Rondho : Kau juga tampan anak muda. Siapa nama kalian
dan dari mana asal
kalian berdua? nampaknya saya tidak pernah melihat kalian berdua.
Bejo : Nama saya Bejo Mbok, kami dari kerr...
Andhe : Nama
saya Andhe-Andhe Lumut Mbok, kami pengembara tidak tahu
harus kemana.
Mbok Rondho : Kalo
begitu maukah kamu menjadi putra simbok, simbok tidak punya
anak.
Bejo : Haa?
Putra?
Andhe : Mau
mbok, mau sekali.
Mbok Rondho : Kalo begitu mari ikut Simbok ke rumah Simbok.
Bejo : Serius
bos?
Andhe : Iya
ah, sudah cepat.
*Rumah Klenting
(K. Kuning berjalan di depan rumah keluarga klenting kemudian
terjatuh lemas ditolong para klenting)
K. Ijo : Heii, kamu tidak apa-apa?
K. Merah : Kamu pucat sekali.
K. Kuning : Saya tidak apa-apa, saya hanya sedikit lapar.
K. Biru : (ngomong sama K. Merah) cantik banget ya kak.
K. Merah : Iya, asal kamu dari mana? Kok asing ya.
K. Kuning : Saya Sekartaji datang dari jauh mencari
seseorang.
K. Biru : Mencari siapa?
K. Kuning : Namanya Panji, Panji Asmarabangun.
Ibu Klenting : Siapa itu nak?
K. Ijo :
Ga tau bu tadi jatuh, lapar katanya.
Ibu Klenting : Kasihan sekali, (K. Ijo membisikin ibunya)
ooh, kamu mau jadi bagian dari
kami daripada kamu tidak
tahu harus kemana.
K. Kuning : Benarkah? Iya saya mauu.
Ibu Klenting : Kalo kya gitu kamu ibu kasih nama Klenting
Kuning ya,biar sama dengan
yang lainya.
K. Kuning : Iya bu.
Ibu Klenting : Mari sini masuk, kita makan bersama.
*Rumah Mbok Rondho
M. Rondho : Usiamu sudah matang putraku tidakah kamu
ingin mempersunting seorang
istri?
Bejo : Mau
mempersunting siapa Mbok? La wong dia jones.
M. Rondho : Kamu itu, bagaimana jika kita mengadakan
sayembara gadis disini gadis
seberang cantik-cantik lohh, gimana? Kamu ini kan tampan, pasti
banyak yang bersedia untuk menjadi pasanganmu
Bejo : Saya engga dibikinin sayembara Mbok?
M. Rondho : Kamu kan udah deket sama si Parti anaknya Bu
Inem itu, ngapain ikut
sayembara Jo Joo..
Bejo : Ngehehe, ya biar hits aja Mbok. Dikenal sana
sini gitu.
M. Rondho : Dasar bocah. Gimana Andhe?
Andhe : Iya Mbok
tidak apa-apa.
M. Rondho : Ya sudah Mbok mau ngumumin berita ini dulu
ya.
Bejo : (menarik Andhe) Tuan Panji, kita ini kan
sedang mencari Dewi Sekartaji
Andhe : Sudah tidak apa-apa siapa hati saya berkata
akan menemukanya. Ayok
pergi mencari kayu
*Hutan Dendaka
(Shinta dan Rama sedang nyambet gawelah pokok e, kemudian Klaksmana
datang)
Laksmana : Kakang!!
Rama : Laksmana, ada apakah gerangan kau
mengunjungiku sepagi ini.
Laksmana : Aku membawakanmu makanan untukmu dan Shinta.
Kakang, Ayahanda
sakit sepertinya ia merindukanmu, tidakkah sebaiknya Kakang pulang
terlebih dahulu.
Rama : Tidak Laksmana, jika saya pulang itu artinya
saya melangkar janji. Saya
tidak mau melanggar janji, saya juga tidak ingin menyakiti hati ibunda
Keikeya.
(Krusak krusuk di semak2 kemudian muncul kijang emas).
Shinta : Kakanda, lihat kijang itu canti sekali.
Maukah Kakanda menangkapkannya
untuk Adinda?
Rama : Tentu Adinda, Laksmana tolong jaga Shinta
semantara aku mengejar kijang
emas itu.
Laksmana : Baik Kakang.
(Rama sudah pergi, Laksmana belum).
Shinta : Kenapa Kakang tidak ikut dengan Kakanda?
Kakanda pasti akan sulit
menangkap kijang itu sendiri.
Laksmana : Tapi Shinta, Kakang ditugaskan untuk
menjagamu.
Shinta : Sudah Kakang pergilah, kejar Kakanda Rama
jangan hiraukan saya. Saya
akan baik-baik saja.
Laksmana : Baiklah, tapi sebelumnya saya akan
membuatkanmu lingkaran sakti agar
tidak ada yang bisa melukaimu.
Shinta : Baiklahh (Laksmana membuatkan lingkaran).
Laksmana : Apapun yang terjadi jangan sekali-kali kau
keluar dari lingkaran ini (Shinta
mengangguk kemudian Kaksmana mengejar Rama).
(Rahwana mengintip dari semak-semak kemudian berubah menjadi
kakek-kakek dan memelas)
Rahwana : Cuu, apaakah kau mempunyai segelas air putih
dan sedikit makanan?
Shinta : Ada kek, saya punya apel.
Rahwana : Bolehkah kakek memintanya cu, kakek sangat
lapar.
Shinta : Boleh kek ini (masih di lingkaran).
Rahwana : Kakek tidak dapat berjalan kesitu cu, kakek
terlalu lemah dan lapar.
Shinta : Tapi, kek.
Rahwana : Tapi apa cuu? (Shinta kebingungan dan resah).
Shinta : (ngomong dalam hati) sepertinya kakek ini
tidak membahayakan, saya
hanya pelu memberikannya kemudian kembali ke lingkaran ini, ya
hanya memberikanya kemudian kembali. (Shinta keluar menuju kakek, kemudian
kakek berubah menjadi Rahwana).
Rahwana : Hahahaaaaa, akan ku bawa kau dan akan ku jadikan
kau istriku hahahaaaaa.
(Rahwana pergi membawa shinta, shintanya tolong-tolong dong pasti).
(Setelah beberapa lama Rama dan Laksmana kembali ke tempat semula
Shinta dan tidak mendapati Shinta tidak ada, dan kemudian ada burung datang
memberi tahu bahwa Shinta telah dibawa pergi oleh Rahwana)
#Lagu
*Rumah klenting
(Klenting Merah, Hijau, dan Biru sedang bersantai-santai Sedangkan
K. Kuning sedang bersih-bersih)
K. Merah : Klenting Kuning, ambilkan sepatuku.
K. Kuning : Iya Klenting Merah.
K. Ijo : Klenting Kuning ambilkan minum sebentar saja.
K. Kuning : Iya Klenting Ijo.
K. Biru : Klenting Kuning
K. Kuning : Iya Klenting Biru, mau minta tolong apa?
K. Biru : Tidak, saya hanya memanggilmu saja.
Ibu Klenting : Ku dengar ada seorang pemuda bernama
Andhe-Andhe lumut dari desa
Dadapan sedang mencari istri.
K. Biru : Apakah ia tampan bu?
Ibu Klenting : Ia sangat tampan dan gagah.
K. Merah : Aku ingin menjadi istrinya bu, aku kan yang
paling cantik dia pasti mau
menjadikanku istrinya.
K. Ijo : Iya bu dia pasti mau sama Klenting Merah.
K. Biru : Tapi kan Klenting Kuning lebih cantik (wajah
polos getoh, dan kemudian
Klenting Merah dan Hijau menatap Klenting Biru)
Ibu Klenting : Sudah-sudah tidak usah ribut, kita berangkat
sama-sama saja biar nanti
pemuda tampan itu yang memilih.. eee Klenting Kuning, kamu tidak
usah ikut dulu ya.
K. Kuning : Kenapa bu?
Ibu Klenting : E bukan apa-apa tapi ibu butuh bantuanmu
untuk membersihkan wajan,
nanti setelah wajanya bersih kau boleh menyusul kami, sebentar biar
ibu ambilkan wajannya.
K. Kuning : Ini bu, wajan ini sepertinya tidak akan bisa
bersih bu.
Ibu Klenting : Pokoknya kamu tidak boleh pergi sebelum
wajan ini bersih, ayok Klenting
Merah, Klenting Hijau, Kenting Biru kita berangkat.
K. Ijo : Tapi kan kita belum ganti baju bu.
Ibu Klenting : Tidak usah ganti baju, kalian sudah cantik
pake baju itu, Klenting Kuning
sana kamu pergi ke sungai, ayokk kita berangkat
*Di Danau
K. Merah : Bu bagaimana kita bisa ke desa Dadapan,
tidak ada rakit satupun.
K. Ijo : Iya bu, tidak mungkin kita berbasah-basahan.
(yuyu kangkang datang) .
Yuyu kangkang : Kalian pasti mau menyebrang ya, saya bisa
menyebrangkan kalian
semua
Ibu Klenting : Iya terima kasih ya, ayok anak-anak kita naik.
Yuyu Kangkang : Eits, kalian boleh naik tapi putri-putri
yang cantik-cantik ini harus
mau aku cium setelah sesampainya diseberang, bagaimana?
K. Biru : Idih ogahh.
K. Merah : Suddah turutin saja dari pada kita tidak
dapat menyebrang.
(naik yuyu kemudian menyebrang)
*Di hutan
Rama : Rahwana,
dimana kau! Keluar kau Rahwana! Rahwana! Kembalikan
Shintaku. Rahwana!
Rahwana : Hahahaaaa...
Untuk apa kau mencariku Rama?
Rama : Untuk apa
katamu? Kembalikan Shintaku.
Rahwana : Tidak akan!
Aku akan menjadikan shintamu yang cantik jelita sebagai
istriku. Hahahaa..
Rama : Kurang
ajar kau Rahwana (Rama nyerang gelut-gelutan gitu terus Andhe dan
Bejo masuk ke hutan melihat dari semak2 melihat pertarungan Rahwana
dan Rama, Rahwanaa kalah dan kabur)
Rahwana : Kali ini kau
boleh menang dariku Rama, tapi tidak untuk hari esok (kabur).
Rama : Rahwana!
Dimana Shintakuuuuu... Rahwannaaaaa!!
(Andhe dan Bejo keluar dari semak2 kemudian menghampiri Rama)
Andhe : Siapakah
gerangan anda Tuan, kenapa Anda begitu sakti.
Rama : Siapa
kamu? Sejak kapan kau melihatku?
Andhe : Saya
Andhe-andhe lumut dan ini teman saya Bejo, saya sedang mencari kayu
di hutan ini dan tidak sengaja melihat tuan sedang bergulat
dengan,, entah makhluk apa itu.
Rama : Saya
adalah Rama, dan makhluk itu adalah Rahwana raja raksasa di
Alengka, dia menculik istriku Shinta.
Bejo : Alasan
apa Rahwana menculik istrimu Tuan?
Rama : Alasan ia
menculik istriku sepertinya karena Suparnaka.
Andhe : Siapa
Suparnaka?
Rama : Suparnaka
adalah adik dari Rahwana yang menginginkanku dan adik tiriku
Laksmana, namun tempo hari
Laksmana membabat telinga dan hidung Supparnaka hingga putus, mungkin ia
mengadu kepada Rahwana dan membujuknya untuk menculik Shinta.
Andhe : Sebenarnya
aku adalah seorang Pangeran dari Kerajaan Jenggala, dan nama
asliku adalah Panji Asmarabangun, saya merahasiakan identitas saya
karena saya sedang mencari calon istri saya bernama Dewi Sekartaji. Saya tidak
tahu saat ini dia ada dimana, saya tidak memiliki kesaktian seperti Tuan.
Berkenankah Tuan untuk menjadikan saya murid Tuan?
Rama : Jangan
panggil saya Tuan panggil saja saya Rama, biar lebih akrab. Atas
dasar apa kau memintaku menjadi gurumu?
Andhe : Agar saya
dapat menemukan calon istri saya yang hilang.
Rama : Baiklah
tapi ada satu syarat.
Andhe : Apakah
syarat itu?
Rama : Setelah
kau sakti kau harus mencari Shintaku terlebih dahulu
Andhe : Saya
bersedia.
Bejo : Tuan,
Anda harus segera pulang Tuan kan sedang menggelar sayembara.
Andhe : Ohhh iya
saya lupa. Saya harus segera pulang dulu ke rumah ibu angkat saya
karena saya sedang menggelar syembara, kapan saya dapat menemui Anda
lagi?
Rama : Besok
pagi, disini.
Andhe : Baiklah,
ayok joo kita segera pulang kasihan simbok.
Bejo : (Mengangguk
pergi bersama Andhe sambil dadah ke Rama).
*Rumah Mbok Rondho
(Sudah ada banyak cewe).
M. Rondho : Dari mana
saja kalian kenapa lama sekali, para wanita ini sudah lama
menunggumu nak.
Andhe : Andhe
minta maaf mbok tadi ada sedikit kendala dijalan.
M. Rondho : Apa ada yang
terluka.
Andhe : Tidak Mbok
saya baik baik saja.
(Waktu Mbok Rondho ngomong sama Andhe dan Bejo ke cewe2 goda2 gitu).
M. Rondho : Hai para wanita cantik ini adalah anakku,
namanya Andhe Lumut.
Sekarang kalian bebarislah agar putraku dapat menilai kalian secara
langsung satu persatu.
Andhe : Mbok, aku tidak mau mereka semua Mbok.
Mereka tidak ada yang cocok
dengan kriteriaku.
Bejo : Kalo gitu buat bejo aja semua ya mbok,
ngehee.
M. Rondho : Kamu itu Joo Jooo, kamu serius putraku
mereka semua cantik-cantik kau
tidak mau.
Andhe : Bukan hanya sekedar kecantikan yang ku cari
Mbok. Hati saya berkata
mereka tidak ada yang cocok denganku.
Cewek : Ahh gimana ini mbok, kami sudah berdandan susah
payah menunggu
lama-lama cuma dapat jawaban seperti ini sajaa, payahhh.
M. Rondho : Maaf ya para wanita ynag cantik, ini adalah
pilihan putraku. Sayang kalian
belumm ada yang beruntung.
Cewek : ahhh payahhh (pada bubar)
Andhe : mbok maaf
ya, sepertinya saya ingin menutup sayembara ini saja, setelah
saya fikir lagi secara matang saya tidak menginginkan sayembara ini
M ron : kenapa
putaku
Andhe : saya sudah
punya pilihan sendiri mbok, tapi tidak untuk saat ini. Suatu hari
akan ku bawa ia kehadapanmu mbok
M ron : ya sudah
jika itu yang kamu inginkan putrakuu, mbok menghargaimu toh
yang ngejalanin kamu sendiri
Andhe : terima kasih
mbok (bejo menempel tulisan sayembara ditutup, saat bejo
menempelkantulisan itu, klentingss dateng)
Ibu klentings : lohh, lohhh
gimana ini kok sayembaranya cepat sekali ditutupnya. Apakah si
andhe2 lumut itu telah mendapatkan calon istri.
k merah : kamu si
kelamaan tadi pas mau nyium yuyu (ngmg sama ijo)
k ijo : kamu
pikir engga jijik apa nyium makhluk kaya itu
k biru : sudah2
kak, takdir.
Ibu klentings : mbokk,,
mbokk rondhooo. Toktoktokk
M ron ; keluar dari
rumah, kenpa ibu ini teriak2 di depan rumah saya. Ibu mau
mengantarkan putri ibu ikut sayembara? Bukankah sudah tertulis
jelas bahwa saymbaranya sudah ditutup
Ibu kelntings : cepat sekali
ditutupnya baru saja tadi pagi sayembara ini diumumkan, cepat
sekali putramu itu menemukan permpuan.
M ron : putraku
belum memilih satupun perempuan, dan dia yang meginginkan untuk
menutup sayembara ini.
Ibu klentings : itu karena
putramu belum melihat putri2ku, cepat panggilkan putramu mbok
M ron : andheee,
andheee, sini nak putraku keluarlah sebentar saja
(tak lama andhe keluar)
Andhe : kenapa
mbok?
M ron : ini ada
yang mau bertemu denganmu untuk mengkti sayembaara
Andhe : bukankah
sayembara sudah ditutup kenapa tetap memaksa untuk ikut
Sayembara
(para klentings pada kegatelan nyedak2 andhe, andhe mundur2, sambil
menutup hidung)
Andhe : mbok simbok, jauhkan para wanita ini dari dekatku, wanita
ini bau sekali. Mereka bau yuyu kangkang, mereka semua kekasih yuyu kangkang
bu, aku tidak mau bu. (mbok rondho nyingkirin mereka)
Ibu klentings : jaga ya
perkataanmu, siapa yang kekasih yuyu kangkang
Andhe : putrimu,
putrimu bau yuyu kangkang, mereka rela dicium yuyu kangkang,
mereka kekasih yuyu kangkang.
Ibu klentings : ee enak saja
ya kalo ngomong.
(maju2 tidak terima, tapi dihalau mbok rondho)
M ron : sudah
kalian pergi saja sana, kalian membuat keributan saja.
Ibu klentings : awas ya
kalian!
(mereka pergi dan kembali naik yuyu kangkang, saat turun ada
klenting kuning, kemudian mereka berbisik)
K. merah : yuyu, dia
adalah saudaraku, ciumanmu aku ganti saja dengan dia bagaimana.
Bawa dia bersamamu.
Yuyu : dia
cantik sekali.
K. ijo : maka
dari itu bawa saja ia bersamamu.
Yuyu : baiklah
K. kuning : bu, wajannya sudah saya bersihkan bu,
sekarang bolehkah saya mengikuti
sayembara itu
Ibu klenting : tentu saja
boleh, kamu akan diantar sama yuyu kangkang ini. Silahkan naik
(klenting kuning naik dengan antusias)
Yuyu :
ahahhahaaa, saudaramu telah memberikanmu untukku, jadi kau akan tiiggal
bersamaku cantikk
K Kuning : apa? Tidak
*Di hutan
Rama : sudah 2 tahun kau
menjadi muridku, kurasa kau sudah cukup sakti, sekarang saatnya
kau membebaskan shinta dari Rahwana
Andhe : baiklah Rama, saya
siap untuk membawa pulang shintamu itu
Rama : sebelumnya agar lebih
aman sebaiknya kau menyamar menjadi hewan
Andhe : sebentar, ( ke
belakang, berubah jadi anoman) Bagaimana dengan ini apakah aman
Rama : ya jika seperti ini
saya yakin kau akan mudah dalam menyelundup
Andhe : baiklah saya siap
untuk membawa shinta kembali
Rama : berhati-hatilah
Andhe : baik, jo tunggulah
saya disini bilang ke mbok rondho bahwa saya sedang ikut
kegiatan akhir semester pembelajaran
Bejo : baiklah tuan Panji
*di hutan
Rama : bejo, kenapa Panji
lama sekali ya. Apa jangan-jangan terjadi suatu hal terhadapnya
Bejo : saya juga khawatir
Tuan guru, kenapa Tuan panji tidak kembali-kembali ya. Jangan-
jangan dia dimakan si Rahwana gendeng itu.
Rama : apakah tidak
sebaiknya kita menyusulnya saja ya
Bejo : ide bagus itu Tuan
Guru, kapan kita akan berangkat menyusulnya
Rama : sekarang, mari kita
susul dia
Bejo : baiklah tuan guru
*dipinggir danau
(rama tidak sengaja melihat klenting kuning sedang bersama yuyu
kangkang yang sedang berjemur dengan dilayani oleh klenting kuning)
Andhe : Dewi
Sekartaji
K kuning : siapa kau?
Kenapa kau tahu namaku
Yuyu : heii,
siapa kau beraninya mengganggu siang santaiku
Andhe : aku adalah
panji asmarabangun, dan dia adalah calon istri saya. Menjauhlah
darinya
K kuning : Panji????
Yuyu : beraninya
kau mengatakan hal seperti itu, kurang ajar
(yuyu marah dan menyerang andhe, sampai Yuyu kalah)
Rama : Dewi
sekartaji
K kuning : apakah itu
benar kau Panji
Andhe : ya aku
Panji kekasihmu (membuka topeng)
K kuning :
panjiiiii....... aku sudah lama mencarimu hingga aku di tahan oleh yuyu
kangkang keparat itu. Aku minta maaf karena selama aku ditahan
plehnya aku tak bisa mencarimu lagi
Andhe : tak
apa-apa kekasihku, yang terpenting sekarang aku sudah menemukanmu.
Aku juga selama ini mencarimu. Aku sedang menjalankan tugas dari
guruku yang membuat aku sakti seperti iini.
K kuning : tugas
apakah itu?
Andhe : aku
ditugaskan untuk mencari kekasihnya yang di culik oleh raja raksasa
bernama rahwana
(rama dan bejo telah sampai ke pinggir danau kemudian mendapati
bahwa andhe sudah bersama klenting kuning)
Bejo : Dewi
sekartaji
Ramaa : panjii!!
Rupanya kau berkhianat kepadaku. Mana janjimu kau bilang bahwa
kau akan membawa shintaku terlebih dahulu. Nyatanya kau malah
mencari Dewi Sekartajimu itu.
Andhe : tidak,
tidak sperti itu Rama
Rama : aaahhhh,
tidak usah membuat alasan ( rama marah dan menyerang andhe,
klenting kuning resah getohh)
Bejo :
walahhh, gimana inii?
(shinta dan rahwana sedang berjalan-jalan dipinggir danau)
Rahwana : shinta sudah
sekian lama kita bersama, apa kamu tidak merasakan nyaman?
Shinta : gak!
(shinta melihat Rama) ramaa (rahwana langsung mngajak Shinta putar
arahh) iya benarr, Ramaa!!!!!!!!! (Rama berhenti bertarung dan
seketika semua melihat ke arah rahwana dan shinta)
Rama :
Shinta!!!!!!!!! (Rahwana cepat cepat membawa kabur shinta) Berhenti kau
rahwana (rama mengejar rahwana)
Bejo : tuan
itu makhluk anehh itu tuan
Andhe : kau benar
joo, aku akan membantu Rama sebagai permintaan maafku.
Sekartaji kau tunggulah disini bersama bejo. Bejo tolong lindungi
kekasihku
Bejo : siap
tuan, hati-hati (andhe memakai kembali topengnya dan kemudian ikut
pertarungan sampai akhirnya Rahwana dipanah oleh Rama kemuadian
mati)
Andhe : maafkan
aku Rama, aku tidak sengaja menjumpai kekasihku disini saat aku
mencari shintamu
Rama : aku sudah
memaafkanmu Panji
Shinta :
Ramaaaa... (shinta berlari ke Rama dan klenting kuning berlari ke Andhe)
Rama : shintaaa
...
(mereka berpegangan tangan kalo mau pelukan juga gapapa :D)
#lagu
Komentar
Posting Komentar