Indra
Lidah
(Indra Pengecap)
Indera
pengecap pada manusia adalah lidah. Pada permukaan lidah terdapat
tonjolan kecil yang disebut papila, sehingga permukaan lidah terlihat
kasar. Berdasarkan bentuknya papila dibedakan menjadi tiga jenis
yaitu:
-
Papila filiformis
adalah Papila yang berbentuk seperti benang halus,papila ini banyak terdapat pada bagian depan lidah. -
Papila fungiformis
adalah Papila yang berbentuk tonjolan seperti kepala jamur, papila ini terdapat pada bagian depan lidah dan bagian sisi lidah. -
Papila sirkumvalata
adalah Papila yang bentuknya seperti huruf v terbalik dan terdapat pada pangkal lidah.
Pada
lidah manusia terdapat berbagai reseptor yang fungsinya berbeda-beda,
seperti reseptor yang peka terhadap rasa sakit, sentuhan, dan
mengecap berbagai rasa. Reseptor untuk menerima berbagai rasa pada
lidah merupakan reseptor yang bersifat khusus. Pada lidah,
reseptor-reseptor rasa itu disebut kuncup rasa atau kuncup pengecap
yang merupakan reseptor yang sangat peka terhadap adanya rangsang
yang berupa zat-zat kimia (kemoreseptor). Di dalam setiap papila
terdapat banyak tunas pengecap atau kuncup pengecap atau kuncup rasa.
Setiap tunas pengecap terdiri dari dua jenis sel yaitu sel penyokong
yang berfungsi untuk menopang dan sel pengecap yang berfungsi sebagai
reseptor dan memiliki tonjolan seperti rambut yang keluar dari tunas
pengecap. Setiap tunas pengecap akan merespon secara maksimal
terhadap salah satu rasa. Tunas pengecap dapat membedakan empat macam
rasa, yaitu rasa manis, rasa pahit, rasa asam, dan rasa asin. Tunas
pengecap rasa manis lebih banyak terdapat di ujung lidah, tunas
pengecap rasa pahit terletak di pangkal lidah, tunas pengecap rasa
asam terletak di tepi belakang kiri dan kanan lidah, serta tunas
pengecap rasa asin terletak di tepi depan kiri dan kanan lidah.
Sejumlah tunas pengecap juga terdapat pada tenggorok dan
langit-langit rongga mulut.
Cara
Kerja lidah :
Lidah
dapat mengecap rasa melalui beberapa proses. Makanan atau
minuman yang sudah menjadi larutan, di dalam mulut akan
merangsang ujung-ujung saraf pengecap. Oleh saraf pengecap,
rangsangan rasa ini diteruskan ke pusat saraf pengecap di otak.
Selanjutnya, otak menanggapi rangsang tersebut. Oleh karena itu,
kita dapat merasakan rasa suatu jenis makanan atau minuman.
Komentar
Posting Komentar