TUGAS ISD 3
MAKALAH
Peran, Masalah, Serta Tantangan Pemuda Sebagai Generasi Penerus Bangsa
Disusun Oleh:
Nama :
Vika Putri Ariyanti
NPM :
56417094
Kelas :
1IA13
JURUSAN TEKNIK
INFORMATIKA
FAKULTAS
TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2017
Kata Pengantar
Alhamdulillah puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah
Swt. Tuhan Yang Maha Esa dengan segala Kuasa-Nya, dzat yang Maha Pengasih
dengan segala kasih sayang-Nya, yang terlepas dari segala sifat lemah semua
makhluk-Nya. Alhamdulillah berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul Peran, Masalah, dan Tantangan Pemuda Sebagai Generasi Penerus Bangsa.
Shalawat serta
salam mahabbah semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai
pembawa risalah Allah terakhir dan penyempurna seluruh risalah-Nya. Akhirnya
dengan segala kerendahan hati izinkanlah penulis untuk menyampaikan terima
kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah
berjasa memberikan motivasi dalam rangka menyelesaikan makalah yang berjudul Peran, Masalah, Serta Tantangan Pemuda Sebagai Generasi Penerus Bangsa.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
terkait. Semoga kebaikan yang diberikan oleh semua pihak kepada penulis menjadi
amal sholeh yang senantiasa mendapat balasan dan kebaikan yang berlipat ganda
dari Allah Subhana wa ta’ala. Aamiin.
Akhir kata, penulis
menyadari bahwa masih terdapat kekurangan dalam makalah ini, untuk itu saran
dan kritik yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan.
Depok, November 2017
Penulis
Depok, November 2017
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Di era globalisasi ini
perkembangan zaman sangatlah pesat dan cepat terutama dalam bidang
teknologi. Pesatnya perkembangan ini juga berpengaruh besar bagi
setiap manusia karena rasa keingitahuan yang dimiliki setiap manusia,
terutama bagi para pemuda sebagai penerus bangsa. Para pemuda siap
atau tidak siap harus menghadapi kenyataan era globalisasi ini.
Tentunya hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi mereka.
Selain tantangan yang harus
dihadapi, pemuda adalah manusia yang jauh dari masalah. Tentunya
mereka mempunyai masalah tersendiri yang harus dihadapi oloeh pemuda.
Oleh karena itu makalah ini akan membahasa tentang peran pemuda,
tantangan serta masalah yang dihadapi oleh para pemuda pada era
globalisasi.
1.2
Rumusan Masalah
1. Apa pengertian pemuda?
2. Apa peran pemuda?
3. Apa tantangan yang
dihadapi oleh para pemuda?
4. Apa masalah yang dihadapi
oleh para pemuda?
1.3
Tujuan dan Manfaat
1. Mengetahui pengertian
pemuda?
2. Mengetahui peran pemuda?
3. Mengetahui tantangan yang
dihadapi oleh para pemuda?
4. Mengetahui masalah yang
dihadapi oleh para pemuda?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pemuda
Pemuda
adalah individu yang berada pada tahap yang progresif dan dinamis,
sehingga kerap kali pada fase ini dikatakan sebagai usia yang
produktif untuk melakukan berbagai bentuk kegiatan, baik belajar,
bekerja, dan lain sebagainya.
2.2 Peran Pemuda
1.
Agen perubahan (agent of change)
Sebagai
agen perubahan, pemuda dapat berkontribusi dengan sikap kritis dan
rasa optimistisnya untuk mempengaruhi masyarakat dalam melakukan
perubahan melalu aksi nyata. Ia melakukan gerakan penyadaran bagi
diri dan masyarakat sehingga dapat menyentuh langsung persoalan
sosial.
2.
Agen pembangunan (agent of development)
Sebagai
agen pembangunan, pemuda bisa berkontribusi dalam pembangun fisik
maupun non-fisik. Dengan jumlah pemuda di Indonesia yang cukup
banyak, mereka dapat saling berkolaborasi, terutama dalam kegiatan
pembangun yang bersifat kepedulian sosial.
3.
Agen modernisasi (agen of modernization)
Sebagai
agen modernisasi, pemuda dapat menjadi pelopor dalam pembaharuan.
Pemuda hari ini hidup dalam teknologi yang serba canggih dan
merupakan dari digital native sehingga mereka dapat beradaptasi
dengan cepat. Dengan begitu, mereka dapat membantu memperkenalkan
teknologi yang baik dan buruk.
2.3 Tantang Pemuda
1.
Pemuda harus bisa menyaring informasi
Di
era yang serba digital ini, arus informasi mengalir dengan deras,
berita-berita hoax atau palsu menyebar begitu cepat menyebar serta
dengan penghasutan halus menggiring kepemikiran yang negatif dan
radikal. Sebagai pemuda, kita harus berfikir kritis terhadap
informasi yang tersebar di dunia maya, jangan dengan begitu mudah
percaya jika belum benar-benar melihat atau mambaca informasi yang
lebih akurat. Penyaringan ini diperlukan agar kita tidak mudah
terhasut sehingga menyebabkan terpecahnya sebuah keutuhan serta demi
kebaikan bersama.
2. Memanfaatkan era digital sebagai sarana untuk
mengembangkan diri
Di
era yang serba digital ini, memudahkan kita mendapatkan informasi
dari seluruh dunia. Hal ini dapat kita manfaatkan untuk mengembangkan
diri. Misalnya kita tertarik dalam dunia programing maka kita dapat
belajar programing melalui situs-situs internet ataupun dari youtube.
3. Memanfatkan media sosial untuk menyuarakan kebaikan
Di
era yang digital ini, sosial media bukanlah hal yang asing lagi
terutama bagi pemuda. Sebagai pemuda sebaiknya haruslah bisa berfikir
kritis, dengan memanfaatkan sosial media sebagai media untuk
menyuarakan kebaikan, seperti berbagi ilmu ataupun untuk memberikan
masukan yang positif demi kemajuan sebuah negara.
4. Persaingan ketat
Ketua
MPR RI, Zulkifli Hasan, mengingatkan anak muda harus bersiap
menghadapi tantangan masa depan. Pasalnya di masa mendatang,
persaingan terhadap lapangan pekerjaan akan menjadi semakin ketat.
Beliau mengungkapkan bahwa jumlah penduduk dunia akan meningkat,
tetapi ketersediaan lapangan kerja berkurang lantaran digantikan oleh
teknologi.
Di
era yang serba digital ini menjadikan semuanya serba online. Mulai
dari perdagangan sampai transportasi. Hal ini memudahkan untuk
menawarkan dagangan keseluruh pejuru dunia, sehingga persaingan dalam
hal berdagang tidak hanya dari suatu daerah melainkan seluruh pejuru
dunia. Sehingga, sebagai pemuda pandai-pandai membaca kondisi
lingkungan dengan begitu dapat mengetahui apa yang sedang dibutuhkan
di lingkungan masyarakat dan mengaplikasikan dengan teknologi.
5. Kesetimpangan Sosial
Masalah
ketimpangan sosial juga harus dicermati karena banyak masyarakat yang
belum memiliki tempat tinggal. Tidak hanya itu, pangan di Indonesia
juga masih jadi tantangan.
"Pangan,
garam saja masih impor ini tantangan kita bersama. Agar tiga hal ini
bisa terwujud dengan baik. Agar peran mahasiswa dan elemen masyarakat
yang lain harus bisa bergerak untuk mewujudkan hal itu," ungkap
Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo.
2.4 Masalah yang dihadapi oleh pemuda
1. Krisis Keteladanan
Masalah
terbesar yang dialami ialah krisis keteladanan yang bisa dijadikan
sebagai contoh panutan (role model) bagi para pemuda dalam kehidupan
sehari-hari mereka,demikian pendapat tokoh pemuda yang juga mantan
aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Theofransus Litaay
kepada SP, Selasa (28/10) pagi.
Menurut
Dosen Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga
ini, setiap hari generasi muda Indonesia menyaksikan kerasnya
persaingan di masyarakat dan merebaknya materialisme. Hal ini
menyebabkan orang sering menghalalkan berbagai cara untuk memperoleh
materi termasuk melakukan korupsi.
Jadi,
sebagai pemuda yang merupakan penerus bangsa harus bisa memilah
keteladan yang baik yang dijadikan sebagai panutan.
2. Narkoba
Narkoba
terus menghantui para pemuda Indonesia seperti yang disampaikan Ketua
Dewan Pembina EYI Lukman, Data BN menyebutkan bahwa dari 6 juta orang
yang terkena narkoba ada 20% anak muda yaitu pelajar dan mahasiswa.
3.
Lapangan Pekerjaan dan Pengangguran
Semakin
bertambahnya tahun semakin bertambah pula penduduk semakin bertambah
juga generasi pekerja namun tak sebanding dengan lapangan pekerjaan.
Seperti yang diungkapkan Dosen Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya
(FIB) Universitas Indonesia, Prof. Dr. Agus Aris Munandar bahwa
jumlah generasi pekerja itu kan tumbuh dengan pesat, tetapi lapangan
pekerjaannya terbatas. Hal ini berdampak pada pengangguran, seperti
yang terlihat pada data terakhir 2016 dalam setiap pertumbuhan
ekonomi 1% hanya mampu menyerap 110 ribu tenaga kerja dan ada
pengangguran sekitar 7 juta jiwa.
Selain
itu juga berdampak pada keseharian. Dosen Fakultas Ilmu Pengetahuan
Budaya (FIB) Universitas Indonesia, Prof. Dr. Agus Aris Munandar
menilai, kehidupan generasi muda Indonesia masih belum terjamin
karena lapangan pekerjaan yang terbatas tadi. Sehingga saat ini
banyak anak muda Indonesia berkeliaran di jalan. Meski sebenarnya
tidak mau, mereka terpaksa melakukan hal itu karena tidak tersedianya
lapangan pekerjaan.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pemuda
adalah individu yang berada pada tahap yang progresif dan dinamis,
sehingga kerap kali pada fase ini dikatakan sebagai usia yang
produktif untuk melakukan berbagai bentuk kegiatan, baik belajar,
bekerja, dan lain sebagainya. Sehingga pemuda adalah penerus yang
mempunyai peran sebagai agen perubahan (agent of change), agen
pembangunan (agent of development), dan agen modernisasi (agen of
modernization) bagi negara Indonesia. Sebagai penerus bangsa tentunya
pemuda memiliki tantangan serta masalah yang harus dihadapi. Di era
yang digital pemuda seharusnya dapat memanfaatkan ini sebagai media
pengembang diri untuk bersaing dalam menghadapi masalah mendapatkan
serta menciptakan pekerjaan agar tidak terjadi kesetimpangan sosial
serta menyurakan kebaikan, selain itu di era digital ini informasi
mengalir dengan deras dengan begitu sebagai pemuda harus bisa
menyaring berita yang benar dan menjauh dari hal-hal terlarang
seperti narkoba.
3.2 Saran
1. Untuk pemuda yang
merupakan penerus bangsa harus siap menghadapi segala tantangan dan
masalah yang ada.
2. Untuk pelajar harus
mempersiapkan diri untuk menghadapi masalah dan tantangan sebagai
penerus bangsa.
3. Untuk orangtua supaya
mengarakan dan mendidik anak-anaknya sebagai generasi penerus bangsa agar
siap dalam menghadapi tantangan dan masalah yang ada.
4. Untuk pemerintah harus
menyediakan sarana prasarana sebagai wadah untuk generasi penerus
bangsa mempersiapkan diri dalam hal menghadapi tantangan dan masalah
di masanya untuk meneruskan bangsa.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.beritasatu.com/nasional/220794-masalah-terbesar-yang-dialami-pemuda-adalah-krisis-keteladanan.html

Komentar
Posting Komentar