Tugas ISD 4

MAKALAH

Prasangka, Diskriminasi, 

dan Etnosentrisme

serta Pembangunan Nasional





Disusun Oleh :

Nama : Vika Putri Ariyanti

NPM : 56417094

Kelas : 1IA13




JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI


            UNIVERSITAS GUNADARMA
            
                                        2017










                                                     Kata Pengantar

Alhamdulillah puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Swt. Tuhan Yang Maha Esa dengan segala Kuasa-Nya, dzat yang Maha Pengasih dengan segala kasih sayang-Nya, yang terlepas dari segala sifat lemah semua makhluk-Nya. Alhamdulillah berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul prasangka, diskriminasi, dan etnosentrisme serta pembangunan nasional,

Shalawat serta salam mahabbah semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa risalah Allah terakhir dan penyempurna seluruh risalah-Nya. Akhirnya dengan segala kerendahan hati izinkanlah penulis untuk menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berjasa memberikan motivasi dalam rangka menyelesaikan makalah yang berjudul prasangka, diskriminasi, dan etnosentrisme serta pembangunan nasional.

Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terkait. Semoga kebaikan yang diberikan oleh semua pihak kepada penulis menjadi amal sholeh yang senantiasa mendapat balasan dan kebaikan yang berlipat ganda dari Allah Subhana wa ta’ala. Aamiin.

Akhir kata, penulis menyadari bahwa masih terdapat kekurangan dalam makalah ini, untuk itu saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan.
                                                                        

                                                                 Depok,  Januari 2018


                                                                        Penulis









BAB I

PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Pembangunan nasional merupakan rangkaian upaya pembangunan yang berkesinambung yang meliputi seluruh aspek kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.
Hakikat pembangunan nasional adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya, dengan Pancasila sebagai dasar, tujuan, dan pedoman pembangunan nasional.
Indonesia merupakan sebuah negara yang majemuk. Kemajemukan ini menjadikan Indonesia kaya akan berbagai suku, budaya, adat istiadat, bahasa, maupun agama. Keberagaman tersebut adalah aset yang patut untuk dipertahankan. Karena inilah yang merupakan pendorong pembangunan nasional. Akan tetapi, keberagaman inilah yang menimbulkan konfik antar kelompok yang berbeda karena kelompok merupakan kumpulan individu dan setiap individu memiliki karakteristik yang berbeda seperti sikap, sifat, dan tindakan.
Oleh karena itu pada makalah ini akan dibahas sikap dan tindakan yang dapat menghambat pembangunan nasional seperti prasangka buruk, dikriminasi, dan entosentrisme.

1.2  Rumusan Masalah
      1.  Apa pengertian prasangka buruk?
      2.  Apa pengertian diskriminasi?
      3.  Apa Pengertian etnosentrisme?
      4.  Apa hubungan prasangka, diskriminasi, dan 
           etnosentrisme?
      5.  Apa pendorong pembangunan nasional?


1.3 Tujuan dan Manfaat

      1. Mengetahui pengertian prasangka buruk.

      2. Mengetahui pengertian diskriminasi.

      3. Mengetahui pengertian etnosentrisma.

      4. Mengetahui hubungan prasangka, diskriminasi, dan
         
          etnosentrisme.

      5. Mengetahui pendorong pembangunan nasional.












BAB II

PEMBAHASAN


2.1 Prasangka, Diskriminasi dan Etosentrisma

Hidup dalam masyarakat adalah hidup dengan individu-individu dimana setiap individu memiliki sifat dan sikap yang berbeda dengan satu sama lain, sehingga proses sosialisasi dalam masyarakat pun sangat bervariasi sesuai dengan tiap-tiap individu yang bersangkutan. Perbedaan sifat dan sikap individu terkadang membuat pandangan terhadap seseorang berbeda-beda, terkadang sikap-sikap terhadap pandangan tersebut bersifat negatif, seperti sikap Prasangka.
Prasangka dalam kamus besar bahasa Indonesia memiliki pengertian bahwa prasangka adalah pendapat (anggapan) yang kurang baik mengenai sesuatu sebelum mengetahui (menyaksikan, menyelidiki) sendiri. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa prasangka adalah anggapan kurang baik terhadap seseorang. Hal ini sering terjadi dalam masyarakat yang disebabkan oleh beberapa faktor yaitu:
1. Belum saling mengenalnya antar individu.
2. Perbedaan pandangan dan sikap.
3. Perbedaan visi dan misi.
4. Perbedaan kultur kebudayaan.
5. Perbedaan prinsip.
Faktor-faktor itulah yang menyebabkan seringnya seseorang berprasangka pada orang lain. Faktor belum saling mengenal antar individu inilah yang merupakan faktor yang paling sering memicu prasanga. Hal ini terjadi karena orang yang belum dikenal biasanya membuat orang disekitarnya berprasangka pada apa yang dilakukannya, karena orang tersebut tidak mengetahui watak dan sifat orang yang belum dikenal.
Terkadang Prasangka-prasangka yang berlebihan akan membuat suatu masyarakat terpecah menjadi kelompok. Kelompok-kelompok ini terjadi akibat diskriminasi yang disebabkan karena prasangka yang berlebihan. Dalam kamus besar bahasa Indonesia Diskriminasi dapat diartikan sebagai pembedaan sikap dan perlakuan terhadap sesama manusia. Dalam pengertian tersebut ada satu kata penting yaitu pembedaan. Jika kita kaitkan dengan istilah prasangka, diskriminasi merupakan lanjutan dari prasangka, dalam hal tersebut dapat diartikan bahwa prasangka yang berlebihan akan membuat diskriminasi.
Tentunya akibat diskriminasi ini akan menyebabkan masyarakat menjadi berkelompok-kelompok. Apabila prasangka dan diskriminasi sangat besar pada masyarakat akan menghasilkan perpecahan sehingga dalam masyarakat nantinya akan melebihkan atau mempercayai kelompoknya masing-masing hal ini kita kenal dengan istilah etnosentrisme. Etnosentrisme ini merupakan suatu yang sangat berbahaya dalam masyarakat karena etnosentrisme ini akan menciptakan perpecahan yang berkibat fatal dalam masyarakat. Paling fatal dalam masyarakat akibat sikap etnosentrisme yang berlebihan adalah konflik yang berkepanjangan, karena tidak ada salah satu kelompok yang mau bekerjasama dan mempercayai kelompok lainnya.
Prasangka, Diskriminasi, dan Etnosentrisme merupakan tiga hal yang sebaiknya tidak ada dalam masyarakat karena ketiga ini merupakan sesuatu yang membuat sebuah percikan konflik yang dapat berkepanjangan yang dapat merugikan banyak pihak. Walaupun demikian ada satu hal yang masih diperkenankan kita miliki, yaitu prasangka. Kita harus memiliki prasangka pada orang lain, hal ini tentunya agar kita selalu bersikap awas pada orang lain terlebih yang belum kita kenal.

2.2 Kebudayaan Sebagai Pendorong Pembangunan Nasional
Pembangunan nasional bukanlah hanya terkait dengan peningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, tapi juga peningkatan seluruh aspek kehidupan masyarakat. Untuk itu, kebudayaan lokal merupakan sesuatu yang penting bagi pembangunan nasional.
Melalui pendidikan dari sudut pandang berbeda, mereka dapat mewariskan kebudayaan dan kearifan mereka ke generasi berikutnya. Lagu daerah, serta norma dan nilai tradisional, dapat ditulis dan didokumentasikan dalam bahasa ibu mereka sendiri.
Melestarikan dan mendayagunakan kebudayaan dapat menjadi hal yang efektif dalam mendorong ekonomi, sebagaimana dibuktikan oleh Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Dalam lima tahun terakhir, Banyuwangi telah berhasil mendorong perekonomiannya dengan memanfaatkan kebudayaan, melalui berbagai acara dan perayaan.
Di tingkat nasional, tantangan untuk menggabungkan kebudayaan ke dalam pembangunan nasional berada pada aspek koordinasi antara berbagai kementerian dan lembaga yang terlibat dalam isu-isu terkait kebudayaan.
Pemerintah harus berperan aktif dalam melindungi, mengelola, dan memberikan arahan dan strategi untuk memanfaatkan kebudayaan sebagai aset pembangunan nasional.
Prinsip dasarnya melalui kebijakan inklusif yang non-diskriminatif, berdasarkan partisipasi masyarakat lokal. Kebijakan yang demikian menjamin tidak seorang pun yang tertinggal dalam proses pembangunan. Ia juga mendorong agar setiap daerah mengembangkan potensi kebudayaannya sendiri dan membangun sinergi kebudayaan antar warga masyarakat yang dapat memberikan wawasan berharga kepada pemerintah terkait arah dari pembangunan nasional. Menggabungkan kebudayaan ke dalam pembangunan merupakan cara untuk membentuk dan melestarikan identitas Indonesia sebagai bangsa dengan kebudayaan yang kaya raya.











BAB III

PENUTUP


3.1 Kesimpulan

Prasangka adalah anggapan kurang baik terhadap seseorang. Prasangka-prasangka yang berlebihan akan membuat suatu masyarakat terpecah menjadi kelompok. Kelompok-kelompok ini terjadi akibat diskriminasi yang disebabkan karena prasangka yang berlebihan. Tentunya akibat diskriminasi ini akan menyebabkan masyarakat menjadi berkelompok-kelompok. Apabila prasangka dan diskriminasi sangat besar pada masyarakat akan menghasilkan perpecahan sehingga dalam masyarakat nantinya akan melebihkan atau mempercayai kelompoknya masing-masing hal ini kita kenal dengan istilah etnosentrismen. Etosentrisme sendiri menurut Matsumoto (1996) adalah kecenderungan untuk melihat dunia hanya melalui sudut pandang budaya sendiri.
Sikap etnosentrisme disatu sisi diperlukan untuk menjaga kebutuhan dan kestabilan budaya, mempertinggi semangat patriotisme dan kesetiaan kepada bangsa, serta memperteguh rasa cinta terhadap kebudayaan suatu bangsa. Sehingga dapat mendorong pembangunan nasional, karena pembangunan nasional bukanlah hanya terkait dengan peningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, tapi juga peningkatan seluruh aspek kehidupan masyarakat. Untuk itu, kebudayaan lokal merupakan sesuatu yang penting bagi pembangunan nasional. Namun hal tersebut konteksnya kebangsaan, bukan fanatisme kedaerahaan apalagi kelompok, karena menggabungkan kebudayaan ke dalam pembangunan merupakan cara untuk membentuk dan melestarikan identitas Indonesia sebagai bangsa dengan kebudayaan yang kaya raya. Namun, disisi yang lain apabila etnosentrisme infleksibel dan fanatisme kedaerahan terus dibiarkan, tentu akan sangat mengganggu proses integrasi sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga dapat menghambat pembangunan nasional.

3.2 Saran
Sebaiknya tidak berprasangka buruk bahkan sampai bertindak diskriminasi kepada orang lain bahkan apabila kita belum mengenal mereka sebelum kita mengetahui mengapa hal tersebut terjadi karena prasangka buruk dapat mengakibatkan hal yang fatal. Meskipun berawal dari hal yang kecil ataupun sepele dapat membuat masalah yang besar dan juga melibatkan banyak orang. Prasangka buruk serta diskriminasi dapat menghambat jalannya integrasi nasional.
Selain itu kita harus mencintai, mempelajari, melestarikan serta mengembangkan kebudaayaan yang kita miliki karena kebudayaan merupakan aset yang merupakan pendorong pembangunan nasional.









                                     Daftar Pustaka





http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_SEKOLAH/195207251978031-ACE_SURYADI/Risalah_16022006171006.pdf


Komentar