IBD 2
MASALAH
SOSIAL
KEMISKINAN
Disusun Oleh:
Nama : Vika Putri
Ariyanti
NPM :
56417094
Kelas : 1IA13
JURUSAN
TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS
TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2018
Latar Belakang
Adanya
perubahan zaman yang menuju kehidupan yang lebih baik tidak menjamin akan
hilangnya masalah-masalah yang timbul dalam masyarakat. Justru semakin
berkembangnya zaman maka semakin banyak pula masalah-masalah sosial bermunculan
dalam masyarakat. Masalah sosial sendiri merupakan suatu masalah yang berhubungan
dengan nilai-nilai sosial maupun yang berhubungan dengan lembaga-lembaga
kemasyarakatan. Disebut sebagai masalah sosial karena berkaitan dengan
gejala-gejala atau suatu kondisi yang mengancam ketentraman didalam masyarakat.
Masalah
sosial sendiri muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai
dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah
sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Salah satu masalah sosial
adalah kemiskinan.
Kemiskinan saat ini memang merupakan suatu
kendala dalam masyarakat ataupun dalam rung lingkup yang lebih luas. Kemiskinan
menjadi masalah sosial karena ketika kemiskinan mulai merabah atau bertambah
banyak maka angka kriminalitas yang ada akan meningkat.
Rumusan Masalah
1.
Apa pengertian kemisinan?
2.
Apa yang menyebabkan terjadinya
kemiskinan?
3.
Bagaimana cara mengatasinya?
CONTOH KASUS
KEMISKINAN
TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik
(BPS) mencatat, pada Maret 2017 jumlah penduduk miskin, yakni penduduk dengan pengeluaran
per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di lndonesia mencapai 27,77
juta orang (10,64 persen dari jumlah total penduduk).
Menurut Kepala BPS Suhariyanto, angka
tersebut bertambah 6,90 ribu orang dibandingkan dengan kondisi September 2016
yang sebesar 27,76 juta orang (10,70 persen). Meski secara presentase angka
kemiskinan mengalami penurunan, namun secara jumlah angka tersebut mengalami
kenaikan.
"Ini sebenarnya karena pertumbuhan
penduduk yang naik saja dari tahun ke tahun. Sekarang kan jumlah penduduk 261
juta. Ini kan tiap hari juga berubah karena ada faktor kelahiran dan
kematian," kata Suhariyanto di kantor BPS, Jakarta Pusat, Senin 17 Juli
2017.
Ia menuturkan, peranan komoditi makanan
terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan
makanan, yakni perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan. Selain itu,
bertambahnya penduduk miskin ditengarai akibat keterlambatan penyaluran beras
sejagtera (rastra) sehingga penurunan angka kemiskinan masih tipis.
"Kontribusi beras ke kemiskinan 26
persen, tinggi sekali. stabilisasi harga beras itu jadi kunci penting supaya
tidak terjadi kemiskinan. Ini salah satu penghambat yg terjadi Januari-Maret
2017," kata Suhariyanto.
Meski demikian kata dia, pemerintah telah melakukan
upaya untuk melakukan pemerataan dengan cara melakukan pengendalian harga.
Termasuk harga ayam ras yang turun 3,98 persen menjadi Rp 37.285 pada periode
September 2016 hingga Maret 2017. Selain itu upah buruh tani juga naik secara
nominal dan riil. "Ini bagus sekali karena kemiskinan ini paling banyak di
pedesaan, dan lebih dari 50 persen mereka bekerja sebagai petani," ucap
Suhariyanto.
Adapun jenis komoditi makanan yang
berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan di perkotaan maupun di pedesaan
adalah beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, daging ayam ras, mie instan,
gula pasir, kopi bubuk dan kopi instan (sachet), dan bawang merah. Komoditi
bukan makanan yang besar pengaruhnya adalah biaya perumahan, listrik, bensin,
pendidikan, angkutan, kesehatan, dan perlengkapan mandi.
Selama periode September 2016-Maret 2017,
jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 188,19 ribu orang
(dari 10,49 juta orang pada September 2016 menjadi 10,67 juta orang pada Maret
2017). Sementara, di daerah pedesaan turun sebanyak 181,29 ribu orang (dari
17,28 juta orang pada September 2016 menjadi 17,10 juta orang pada Maret 2017).
Analisa
Kemiskinan merupakan masalah sosial yang
sampai sekarang masih belum dapat diselesaikan dengan baik, bahkan terus
berlangsung atau bahkan meningkat di berbagai belahan dunia. Dalam konteks
negara, masalah kemiskinan bukan hanya terjadi di negara yang kurang berkembang
saja tetapi juga terjadi di beberapa negara maju dan berkembang. Kemiskinan
merupakan suatu keadaan dimana terjadi ketidaksanggupan atau ketidakmampuan
dalam memenuhi kebutuhan pokok seperti kebutuhan pangan, sandang, dan papan
serta kesehatan.
Kemiskinan ini disebabkan karena
minimnya lapangan pekerjaan. Minimnya lapangan pekerjaan ini juga disebabkan
oleh beberapa aspek seperti dengan berkembangnya zaman berkembang pula
teknologi yang dapat menggantikan posisi manusia. Selain minimnya lapangan
pekerjaan, kemiskinan juga disebabkan karena rendahnya pendidikan serta pola
pikir masyarakat, seperti pola pikir mereka yaitu makan tidak makan yang
penting kumpul.
Karena tingginya tingkat kemiskinan
dapat menyebabkan munculnya masalah sosial lainnya seperti masalah
kriminalitas, kesenjangan sosial ekonomi, dan yang lainnya. Untuk itu perlu
adanya solusi untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan meningkatkan
kualitas pendidikan dan memperluas lapangan pekerjaan serta mengembangkan diri
masyarakat untuk persaingan memperoleh lapangan pekerjaan.
Saran
Untuk mengatasi kemiskinan diharapkan pemerintah untuk
meningkatkan kualitas pendidikan. Dan untuk penerus muda diharapkan untuk
meningkatkan skill dan ketrampilan agar bisa bersaing dengan Negara lain atau
bahkan mempersiapkan diri untuk mencipatakan lapang pekerjaan dengan
kewirausahaan untuk mengurangi tingkat kemiskian menuntaskan masalah
kimiskanan.
Daftar Pustaka

Komentar
Posting Komentar