Tugas Kelompok IBD
MAKALAH
MANUSIA DAN CINTA KASIH
Disusun oleh :
1.
Ari
Rama Dimas Pangestu (50417931)
2.
M.
Bagus Pramaskoro (53417911)
3.
Muhammad
Rayhan (54417180)
4.
Veri
Irvan (56417079)
5.
Vika Putri Aryanti (56417094)
JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI
INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2018
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah puji dan syukur penulis
panjatkan kehadirat Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa dengan segala kuasa-Nya,
Dzat yang Maha Pengasih dengan segala kasih saying-Nya, yang terlepas dari
segala sifat lemah semua makhluk-Nya. Alhamdulillah, berkat rahmat dan
hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Manusia dan
Cinta Kasih.
Shalawat serta salam mahabbah semoga
senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa risalah Allah
SWT terakhir dan penyempurna seluruh risalah-Nya. Akhirnya dengan segala
kerendahan hati izinkanlah penulis untuk menyampaikan terima kasih dan
penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berjasa
memberikan motivasi dalam rangka menyelesaikan makalah yang berjudul Manusia
dan Cinta Kasih.
Penulis juga mengucapkan terima kasih
kepada semua ihak yang terkait. Semoga kebaikan yang diberikan oleh semua pihak
kepada penulis menjadi amal sholeh yang senantiasa mendapat balasan dan
kebaikan yang berlipat ganda dari Allah SWT. Aamin.
Akhir kata, penulis menyadari bahwa
masih terdapat kekurangan dalam makalah ini, untuk itu saran dan kritik yang
sifatnya membangun sangat penulis harapkan.
Jakarta,
Maret 2018
Penulis
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Dalam kehidupan keluarga cinta
kasih merupakan kunci kebahagiaan. Cinta kasih memang terkait dengan kehidupan
manusia. Hampir semua manusia mengatakan bahwa cinta adalah sesuatu yang
penting dalam hidup. Namun dalam kehidupan sehari-hari kebanyakan orang tidak
pernah berfikir tentang apa dan bagaimana cinta itu. Padahal menurut Fromm,
cinta dapat diibaratkan sebagai suatu seni sebagaimana bentuk seni lainnya,
sangat memerlukan pengetahuan dan latihan untuk dapat menggapainya.
Agar dapat memahami cinta kasih
secara mendalam, berikut akan diuraikan tentang manusia dan cinta kasih.
1.2
Rumusan
Masalah
1. Apa pengertian pengertian cinta, kasih, dan
cinta kasih?
2. Apa saja bentuk cinta?
3. Apa saja cinta
menurut ajaran agama?
4. Bagaimana cara
mewujudkan cinta kasih?
5. Apa itu
hakikat cinta?
6. Apa itu cinta
sejati?
7. Apa itu kasih
sayang?
8. Apa itu kemesraan?
9. Apa itu
pemujaan?
10. Apa itu belas
kasihan?
11. Apa perbedaan
cinta dan nafsu?
12. Apa contoh
dari cinta kasih?
13. Bagaimana cara
mengungkapkan cinta kasih?
1.3
Tujuan dan Manfaat
1. Mengetahui pengertian cinta, kasih, dan
cinta kasih.
2. Mengetahui berbagai bentuk cinta.
3. Mengetahui
macam-macam cinta menurut ajaran agama.
4. Mengetahui cara mewujudkan cinta kasih.
5. Mengetahui tentang hakikat cinta.
6. Mengetahui
tentang cinta sejati.
7. Mengetahui
tentang kasih saying.
8. Mengetahui
tentang kemesraan.
9. Mengetahui
tentang pemujaan.
10. Mengetahui
tentang belas kasihan.
11. Mengetahui
perbedaan cinta dan nafsu.
12. Mengetahui
contoh cinta kasih
13. Mengetahui cara
mengungkapkan cinta kasih.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.0 Pengertian
Cinta
Menurut
kamus umum bahasa Indonesia karya WJS Poerwadarminta. Cinta adalah rasa sangat
suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada). Ataupun rasa sangat kasih atau
sangat tertarik hatinya sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta
kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir
bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih
dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai menaruh
belas kasihan.
Cinta
bisa dibina secara baik apabila ada 4 (empat) unsur, yaitu :
1. Pengasuhan
2. Tanggung
jawab
3. Perhatian
4. Pengenalan
Cinta
adalah perasaan (rasa) suka terhadap makhluk hidup (manusia). Sedangkan kasih
adalah perasaan kasih atau belas kasih terhadap makhluk hidup. Jadi, cinta
kasih dapat diartikan suatu perasaan manusia yang berdasar pada ketertarikan
antar-makhluk hidup dengan didasari pula rasa belas kasih.
Victor
Hago menyimpulkan,
“mati tanpa cinta sama halnya dengan mati dengan penus dosa”. Dan Erich
Fromm dalam bukunya menyebutkan, ”cinta itu yang paling utama adalah
memberi, bukan menerima. Yang paling penting dalam memberi adalah hal-hal yang
sifatnya manusiawi, bukan materiil. Yang merupakan ungkapan paling tinggi dari
kemampuan”. Cinta dapar berlangsung sesaat, tetapi rasa kasih sayanglah yang
akan menuntun dan melanjutkan seseorang untuk mengetahui apa itu arti cinta
yang sesungguhnya. Setiap orang memang mempunyai pengertian cinta yang berbeda,
tergantung individu itu sendiri yang mengalami suatu kejadian atau pengalaman
yang ia alami.
Cinta
selalu menyatakan unsur unsur dasar tertentu, yaitu pengasuhan, tanggung jawab,
perhatian, dan pengenalan. Dalam pengasuhan, contoh yang paling sederhana
adalah cinta kasih seorang ibu dalarn mengasuh anaknya dengan sepenuh hati.
Tanggung jawab adalah suatu tindakan yang benar benar berdasarkan atas suka
rela, seperti hubungan antara ayah dengan keluarganya. Tanggung jawab biasanya
wujud penyelenggaraan atas kebutuhan fisik. Perhatian merupakan suatu perbuatan
yang bertujuan untuk mengembangkait prihadi orang lain, terutama agar mau
membuka dirinya, memperhatikan sebagaimana seharusnya.
Menurut
Dr. Sarlito W. Sarwono juga mengemukakan pendapat bahwa cinta juga memiliki 3
unsur, yaitu:
1. Ketertarikan adalah
adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau
pergi dengan oranag lain kecuali dengan dia, ada uang sedikit beli hadiah untuk
dia.
2. Keintiman adanya
kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah
tidak ada jarak lagi panggilan formal seperti bapak, ibu saudara digantikkan
dengan sekedar memanggil nama atau sebutan saying dan sebagainya. Makan
sepiring berdua.
3. Kemesraan adalah adanya
rasa ingin membelai dan dibelai, rasa kangen rindu kalau jauh atau lama tak
bertemu, adanya ungkapan rasa sayang dan seterusnya.
Didalam
kitab suci Al Quran ditemui adanya fenomena cinta yang bersembunyi dalam jiwa
manusia. Cinta memiliki 3 tingkatan yaitu tinggi, menengah dan rendah. Cinta
tingkat tinggi adalah cinta kepada Allah, rasulallah dan berjihad dijalan
Allah. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara,
istri/suami dan kerabat. Cinta tingkat rendah adanya cinta yang lebih
mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal.
1. Menyukai atau pertemanan
karib, yang cuma memiliki elemen intimacy. Dalam jenis ini, seseorang
merasakan keterikaran, kehangatan, dan kedekatan dengan orang lain tanpa adanya
perasaan gairah/nafsu yang menggebu atau komitmen jangka panjang.
2. Tergila-gila atau
pengidolaan, hanya memiliki elemen passion. Jenis ini disebut InfatuatedLove,
Sering kali orang menggambarkannya sebagai “cinta pada pandangan pertama”.
Tanpa adanya elemen intimacy dan commitment, cinta jenis ini
mudah berlalu.
3. Cinta hampa (empty
love), dengan elemen tunggal commitment di dalamnya. Sering kali
cinta yang kuat bisa berubah menjadi empty love, yang tertinggal
hanyalah commitment tanpa adanya intimacy dan passion. Cinta
jenis ini banyak dijumpai pada kultur masyarakat yang terbiasa dengan
perjodohan atau pernikahan yang telah diatur.
4. Cinta romantic (romantic
love), Cinta jenis ini memiliki ikatan emosi dan fisik yang kuat (intimacy)
melalui dorongan passion.
5. Cinta persahabatan sejati
(companionate love), Didapatkan pada hubungan yang telah kehilangan passion,
tetapi masih memiliki perhatian dan intimacy yang dalam serta commitment.
Bentuk cinta seperti ini biasanya terjadi antar sahabat yang berlawanan jenis.
6. Cintas emu (consummate
love), bercirikan adanya masa pacaran dan pernikahan yang sangat bergelora
dan meledak-ledak, commitment terjadi terutama karena dilandasi oleh passion,
tanpa adanya pengaruh intimacy sebagai penyeimbang.
7. Cinta sempurna (consummate
love), adalah bentuk yang paling lengkap dari cinta. Bentuk cinta ini
merupakan jenis hubungan yang paling ideal, banyak orang berjuang untuk
mendapatkan, tetapi hanya sedikit yang bisa memperolehnya. Stenberg
mengingatkan, bahwa memelihara dan mempertahankan cinta jenis ini jauh lebih
sulit daripada ketika meraihnya. Stenberg menekankan pentingnya menerjemahkan
elemen-elemen cinta ke dalam tindakan. “Tanpa ekspresi, bahkan cinta yang
paling besar pun bisa mari.”
Non Love, adalah suatu hubungan yang
tidak terdapat satu pun ketiga unsur tersebut. Hanya ada interaksi namun tidak
ada gairah, komitmen, ataupun rasa suka. Dalam ajaran agama Islam, terutama
yang dijelaskan dalam Al-Qur’an, cinta memiliki beberapa pengertian.
1. Cinta Rahmah,
cinta penuh kasih sayang, lembut, rela berkorban dan siap melindungi.
2. Cinta Mawaddah,
cinta yang menggebu-gebu atau cinta yang membara.
3. Cinta Mail, cinta
yang hanya bersifat sementara, sehingga seseorang tersebut ingin meminta
perhatian dari banyak orang hingga hal-hal lain cenderung kurang diperhatikan.
Contohnya poligami kepada yang lebih muda & yang tua diabaikan.
4. Cinta Shobwah,
cinta yang mendorong perilaku menyimpang tanpa sanggup mengelak (tidak sadar
apa yg sudah dilakukan). Cinta jenis ini sering dikatakan cinta buta.
5. Cinta Kulfah,
perasaan cinta yang disertai kesadaran mendidik kepada hal-hal yang positif,
meski itu sulit untuk dijalani.
Dalam
agama Islam, sebenarnya cinta tidak diperbolehkan, karena belum muhrim. Karena
belum boleh mencintai dan memiliki lawan jenis sebelum menikah. Pacaran pun
sebenarnya dilarang. Dalam agama Islam, cinta yang dimaksudkan adalah cinta
terhadap Allah SWT., cinta terhadap orang tua, cinta terhadap sesame manusia
(rasa belas kasih), cinta terhadap semua makhluk ciptaan-Nya.
2.1.1 Berbagai Bentuk Cinta
Dalam
buku “Seni Mencintai”, Fromm (1983)
mengartikan cinta sebagai sikap, suatu orientasi watak yang menentukan hubungan
pribadi dengan dunia keseluruhan, bukan menuju satu “objek” cinta. Ta
mengemukakan tentang macam-macam cinta, yaitu cinta persaudaraan, cinta
keibuan, cinta erotis, cinta diri sendiri, dan cinta pada Allah SWT. Bersumber
dari cinta-cinta tersebut, manusia memberikan kasih sayangnya kepada yang lain,
terutama kepada sesama manusia dalam mewujudkan hubungan pribadinya.
1.
Cinta
Persaudaraan
Cinta persaudaraan (agape dalam
bahasa Yunani) diwujudkan manusia dalam tingkah laku atau perbuatannya. Cinta
per saudaraan tidak mengenal adanya batas-batas manusia yang berdasarkan suku
bangsa, bangsa, ataupun agama. Dalam cinta mi semua manusia sama, yaitu sebagai
makhluk ciptaan Allah.
Cinta persaudaraan pada umumnya
melekat dengan sikap tanpa pamrih. Secara filosofis dibuatkan dengan jargon
“cintailah sesamamu seperti engkau mencintaidirimu sendiri”.
2.
Cinta
Keibuan
Kasih sayang yang bersumber pada
cinta keibuan yang paling ash adalah yang terdapat pada seorang ibu terhadap
anak kandungnya. Seorang ibu yang memperoleh benih anak dan suaminya tercinta
akan memeliharanya secara hatihati dan penuh kasih sayang. Setelah anak lahir
melalui penderitaan yang hebat dan ibu, dirawat dan diasuhlah anak dengan penuh
kasih sayang. Dalam proses pengasuhan itu terdapat serangkaian tugas yang harus
dilakukan ibu, yaitu menyusui, merawat, menemani, memandikan, membelai, dan
sebagainya. Bagi seorang ibu tidak ada harta yang paling berharga kecuali
kehadiran anak, yang dianggap sebagai buah hati.
3.
Cinta
Erotis
Kasih sayang yang bersumber dan
cinta erotis (sifat membirahikan), memang merupakan suatu yang sifatnya
eksklusif sehingga sering memperdayakan cinta yang sebenarnya. Hal ini terjadi
karena antara cinta dan nafsu dipersepsikan secara sama. Padahal jika dicermati
secara seksama, keduanya memiliki pengertian yang berbeda bahkan bertolak
belakang. Kasih sayang dalam cinta erotis merupakan kontak seksual yang sah dan
yang ideal bersumber dan cinta. Kasih sayang erotis dapat menjadi perekat
hubungan suami istri dalam membina hidup berkeluarga.
4.
Cinta
Diri Sendiri
Pada diri individu, di samping
harus mencintai sesama juga ada keharusan mencintai din sendiri (self love). Banyak orang menafsirkan
bahwa cinta kepada din sendiri identik dengan dan jika hal mi yang terjadi maka
cinta pada din sendiri int nilai negatif. Namun esensi mencintai din sendiri
Incrigurus din sendiri sehingga kebutuhan jasmani dan rohaninya terpenuhi
secara wajar. Setiap individu wajib niencintai dirinya sendiri.
5.
Cinta
pada Allah
Cinta pada Allah merupakan
perwujudan pengabdian manusia ketika hidup di dunia. Orang yang cinta pada
Allah umumnya disebut religius atau taat beragama.
2.1.2 Macam-Macam
Cinta
Menurut Ajaran Agama
Ada yang berpendapat bahwa etika cinta dapat
dipahami dengan mudah tanpa dikaitkan dengan agama. Tetapi dalam kenyataan
hidup manusia masih mendambakan tegaknya cinta dalam kehidupan ini. Di satu
pihak, cinta didengkan dengan lagu dan organisasi perdamaian dunia, tetapi di
pihak lain dalam praktek kehidupan cinta sebagai dasar kehidupan jauh dari
kenyataan. Atas dasar ini, agama memberikan ajaran cinta kepada manusia.
Dalam kehidupan manusia, cinta menampakkan
diri dalam berbagai bentuk. Kadang-kadang seseorang mencintai dirinya sendiri.
Kadang- kadang mencintai orang lain, atau juga istri dan anaknya, harta, atau
Allah dan Rasulnya. Berbagai bentuk cinta ini bisa kita dapatkan dalam kitab
suci Al-Qur’an.
1. Cinta Diri
Cinta diri erat kaitannya dengan menjaga
diri. Manusia senang untuk tetap hidup,mengembangkan potensi dirinya,dan meng
aktualisasikan dirinya dan ia pun mencintai segala sesuatu yang
mendatangkan kebaikan pada dirinya. Sebaliknya ia membenci segala sesuatu yang
menghalanginya untuk hidup. Berkembang, mengaktualisasikan diri,
mendatangkan rasa sakit, penyakit dan mara bahaya. Al –Qur’an telah
mengungkapkan cinta alamiah manusia terhadap dirinya sendiri ini,
kecenderungannya untuk menuntut segala sesuatu yang bermanfaat dan
berguna bagi dirinya, dan menghindari dari segala sesuatu yang membahayakan
keselamatan dirinya, melalui ucapan Nabi Muhammad SAW, bahwa seandainya beliau
mengetahui hal-hal gaib, tentu beliau akan memperbanyak hal-hal yang baik bagi
dirinya dan menjauhkan dirinya dari segala keburukan.
“Diantara gejala yang
menunjukkan kecintaan manusia terhadap dirinya sendiri ialah kecintaannya yang
sangat terhadap harta, yang dapat merealisasikan semua keinginannya dan
memudahkan baginya segala sarana untuk mencapai kesenangan dan kemewahan hidup.”
(QS,al-Adiyat, 100:8)
“Diantara gejala lain yang
menunjukkan kecintaan manusia pada dirinya sendiri ialah permohonannya yang
terus menerus agar dikaruniai harta, kesehatan, dan berbagai kebaikan dan
kenikmatan hidup lainnya. Dan apabila tertimpa bencana, keburukan, atau
kemiskinan, ia merasa putus asa dan ia mengira tidak akan bisa memperoleh
karunia lagi,” (QS,Fushilat, 41:49)
Namun hendaknya cinta manusia pada
dirinya tidaklah terlalu berlebih-lebihan dan melewati batas. Sepatutnya cinta
pada diri sendiri ini diimbangi dengan cinta pada orang lain dan cinta berbuat
kebajikan pada mereka.
2. Cinta kepada Sesama Manusia
Agar manusia dapat hidup dengan penuh
keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya , ia tidak boleh tidak harus
membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Oleh karena itu,Allah
ketika memberi isyarat tentang kecintaan manusia pada dirinya sendiri, seperti
yang tampak pada keluh kesahnya apabila ia tertimpa kesusahan dan usahanya yang
terus menerus untuk memperoleh kebaikan serta kebakhilannya dalam memberikan
sebagian karunia yang diperolehnya, setelah itu Allah langsung memberikan
pujian kepada orang-orang yang berusaha untuk tidak berlebih-lebihan dalam
cintanya kepada dirinya sendiri dan melepaskan diri dari gejala-gejala itu
adalah dengan melalui iman, menegakkan sholat, memberikan zakat, bersedekah
terhadap orang-orang miskin dan tak punya, dan menjauhi segala larangan Allah.
Keimanan yang demikian ini akan bisa
menyeimbangkan antara cintanya kepada diri sendiri dan cintanya pada orang
lain, dan dengan demikian bisa merelisasikan kebaikan individu dan
masyarakat. Al-Qur’an juga menyeru kepada orang-orang yang beriman agar saling
mencintai seperti cinta mereka pada diri mereka sendiri. Dalam seruan itu
sesungguhnya terkandung pengarahan kepada mukmin agar tidak berlebih-lebihan
dalam mencintai diri sendiri.
3. Cinta Seksual
Cinta erat kaitannya dengan
dorongan seksual. Sebab ialah yang bekerja dalam melestarikan kasih sayang,
keserasian, dan kerjasama antar suami dan istri. Ia merupakan faktor yang
primer bagi kelangsungan hidup keluarga :
“Dan diantara tanda-tanda
kekuasanNya ialah Dia yang menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu
sendiri, supaya kamu cenderung, dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya
diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu
benar-benar terdapat tanda-tanda bagi yang berpikir.” (QS,Ar-Rum,
30:12).
Dorongan seksual melakukan suatu fungsi
penting yaitu melahirkan keturunan demi kelangsungan jenis.
4. Cinta Keibuan
Kasih sayang itu bersumber dari cinta keibuan,
yang paling asli dan yang terdapat pada diri seorang ibu terhadap anaknya
sendiri. Ibu dan anak terjalin suatu ikatan fisiologi. Seorang ibu akan
memelihara anaknya dengan hati-hati penuh dengan kasih sayang dan naluri alami
seorang ibu. Sedangkan menurut para ahli ilmu jiwa berpendapat bahwa dorongan
kebapakan bukan karena fisologis, melainkan dorongan psikis.
5. Cinta Kebapakan
Mengingat bahwa antar ayah dan
anak-anaknya tidak terjalin oleh ikatan-ikatan fisiologis seperti yang
menghubungkan si ibu dan anaknya , maka para ahli ilmu jiwa modern
berpendapat bahwa dorongan kebapakan bukanlah dorongan fisiologis seperti
halnya dorongan keibuan, melainkan dorongan psikis. Dorongan ini nampak jelas
dalam cinta bapak kepada anak-anaknya , karena mereka sumber kesenangan,
kegembiraan baginya , kekuatan, kebanggan ,dan merupakan faktor penting bagi
kelangsungan peran bapak dan kehidupan dan tetap terkenangnya setelah dia
meninggal dunia.
Cinta kebapakan dalam Al-Qur’an
diisyaratkan dalam kisah Nabi Nuh as. Betapa cintanya ia kepada anaknya, tampak
jelas ketika ia memanggilnya dengan penuh rasa cinta,kasih sayang, belas
kasihan, untuk naik perahu agar tidak tenggelam ditelan ombak :
“…Dan Nuh memanggil anaknya – sedang anak itu berada di
trmpat yang jauh terpencil – : “Hai ..anakku naiklah (kekapal) bersama kami dan
janganlah kamu berada bersama-sama orang-orang yang kafir.” (QS, Yusuf, 12:84).
Biasanya cinta kebapakan nampak dalam
perhatian seorang bapak kepada anak-anaknya, asuhan, nasehat, dan pengarahan
yang diberiaknnya kepada mereka , demi kebaikan dan kepentingan mereka sendiri.
6. Cinta Kepada Allah
Merupakan puncak cinta manusia, yang
paling jernih, spiritual dan yang dapat memberikan tingkat perasaan kasih
sayang yang luhur, khususnya perasaan simpatik dan sosial. Cinta yang ikhlas
seorang manusia kepada Allah akan membuat cinyta menjadi kekuatan pendorong
yang mengarahkannya dalam kehidupan dan menundukkan semua bentuk cinta yang
lain. Semua tingkah laku dan tindakannya ditujukan kepada Allah, mengharapkan
penerimaan dan ridha-Nya :
“Katakanlah : “Jika kamu (benar-benar)mencintai Allah,
ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah maha
pengampun lagi maha penyayang”(QS Ali Imran, 3:31)
Cinta yang ikhlas seorang manusia kepada
Allah akan membuat cinta itu menjasi kekuatan pendorong yang mengarahkannya
dalam kehidupannya dan menundukkan semua bentuk kecintaan lainnya. Cinta ini
pun juga akan membuatnya menjadi seorang yang cinta pada sesama manusia, hewan,
semua makhluk Allah dan seluruh alam semesta.
7. Cinta Kepada Rasul
Cinta kepada rasul, yang diutus Allah
sebagai rahmah bagi seluruh alam semesta, menduduki peringkat kedua setelah
cinta kepada Allah. Ini karena Rasul merupakan ideal sempurna bagi manusia baik
dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lainnya.
2.1.3
Mewujudkan Cinta Kasih
Untuk dapat mewujudkan cinta kasih dan sayang
dalam kehidupan agar tentram damai dan bahagia dapat dengan cara :
1.
Cara mewujudkan cinta
pada diri sendiri
Dapat dilakukan dengan
mengurus dirinya sendiri, sehingga kebutuhan jasmani dan rohani dirinya sendiri
terpenuhi secara wajar. Contohnya mandi, menyisir rambut, memaka wangi-
wangian, mengenakan baju yang sopan tidak melanggar adat atau norma yang ada.
2.
Cara mewujudkan cinta
pada sesama manusia
Dapat dilakukan dengan
perbuatan yang bersifat sosial dan kemanusian. Contohnya saling tolong
menolong, kerja bakti, saling tepo seliro, Jean Henry Dunant ( 1882-1910)
seorang bankir dan penulis berkebangsaan Swiss yang atas suka relanya menolong
setiap orang yang menderita luka-luka dalam pertempuran Solferino (1859)
mendirikan Palang Merah International (1863).
3.
Cara mewujudkan cinta
seksual
Dapat dilakukan
apabila dilandasi dasar cinta kasih yang bertanggung jawab dan tidak melanggar
adat atau norma yang ada. Contohnya cinta eotis seorang lelaki terhadap
perempuan yang di sudah di ikat pernikahan di dasari percintaan.
4.
Cara mewujudkan cinta
keibuan
Dapat dilakukan dengan
dilandasi kasih sayang ibu yang tak terhingga terhadap anaknya dari sejak
dikandung, melahirkan, dan mengurus sampai menikahkan dengan tanpa pamrih
sedikitpun dan doanya yang selalu menginginkan dan melihat anaknya bahagia di
jauhkan dari segala kesusahan.
5.
Cara mewujudkan cinta
kebapakan
Dapat dilakukan dengan
dilandasi rasa menghhormati, kasih sayang kepada anaknya dengan cara mencari
nafkah, memerhatikan perkembangan anak, mengetahui apa yang diperlukan oleh
anaknya.
6.
Cara mewujudkan cinta
kepada Allah
Dapat dilakukan dengan
dilandasi cinta yang teramat sangat dan meniadakan Tuhan selain Allah dengan
beraqidah yang kokoh dan bertaqwa atau menjalankan segala perintah dan menjauhi
larangan yang sudah di tentukan Nya.
7.
Cara mewujudkan cinta
kepada Rasul
Dapat dilandasi dengan
cinta dengan mencontoh suri teladan yang baik yang ada pada diri rasul yaitu
sidiq, tablig, amanah, dan fatonah yang di laksanakan setiap saat selama masih
diberi kehidupan oleh sang maha hidup.
2.1.4 Hakikat
Cinta
Eksistensi
manusia adalah koeksistensi. Tidak ada manusia yang bisa hidup sendirian tanpa
adanya orang lain, dan kekuatan yang menyatukan manusia dengan manusia lain
ialah cinta. Relasi antara manusia tidak akan berarti tanpa didasarkan atas
cinta.
Cinta
membuat “aku” dan “kamu” menjadi “kita”. Dan “kita” adalah communion (kebersamaaan). Untuk mencapai
kebersamaan yang ideal diperlukan keterbukaan dan kesediaan tiap manusia untuk
membangun relasi antar pribadi yang bersifat kreatif, maka jelaslah bahwa cinta
merupakan kebutuhan dasar bagi perkembangan hidup manusia.
Jika
kebutuhan ini tidak dipenuhi, maka orang akan mengalami gangguan serius.
Manusia membutuhkan cinta seperti halnya makanan, karena itu cinta harus
diupayakan terus agar tidak punah. Caranya orang harus saling memberikan cinta.
Keadilan
dan Cinta: “Batas kasih di atas keadilan”,
pernyataan tersebut dikatakan apabila yang memberi betas kasih itu juga yang
memiliki hak, Misalnya seseorang tertangkap sedang melakukan kejahatan,
kemudian ia meminta maaf kepada orang banyak supaya diberi belas kasih, tidak
dibawa ke kantor polisi. Hukuman kepada pencuri itu adalah hak warga
masyarakat.
2.1.5 Cinta Sejati
Ada
pandangan yang menyebutkan bahwa cinta sejati dapat diwujudkan oleh manusia.
Alasannya Cinta sejati bukan objek statis, tetapi situasi yang terus berkembang
ke kehidupan yang lebih bahagia. Ini tidak mungkin diupayakan dengan sekali
langkah, melainkan melalui proses jatuh bangun berkali-kali. Karena manusia
memiliki dimensi rohani yang bersifat tak terbatas. Dengan terbuka terhadap
daya rohani itulah dapat diwujudkan suasana damai dan bahagia. Contoh cinta
sejati adalah cinta ibu kepada anaknya.
Dalam
cinta yang sejati selalu ada kesungguhan untuk membangun hubungan cinta yang
ideal dalam mewujudkan kehidupan yang terbaik. Cinta itu bersifat timbal balik.
Cinta itu sebenarnya praktis, cinta memperbolelikan satu sama lain memperoleh
kemajuan dan kesalahan-kesalahannya. Sebagai ekspresi cinta antara seorang pria
dan wanita, tindakan seksual memperbarui dan menguatkan, membangkitkan kembali
kesadaran insting mereka berdua, misalnya untuk bercinta, untuk bertahan hidup
dalam penderitaan dan kemalangan, dan untuk menikmati kehidupan mereka bersama.
2.1.6 Kasih Sayang
Pengertian
Kasih sayang adalah Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya WJS
Poerwadarminta adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada
seseorang. Dalam kehidupan berumah tangga kasih sayaing merupakan kunci
kebahagiaan. Kasih sayang ini merupakan pertumbuhan dari cinta. Dalam kasih
sayang sadar atau tidak sadar dari masing-masing pihak dituntut tanggungjawab,
pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka,
sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. Bila salah satu unsur
kasih sayang hilang, misalnya unur tanggungjawab, maka retaklah keutuhan rumah
tangga itu.
2.1.7 Kemesraan
Kemesraan
berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab.
Kemesraan ialah hubungan yagn akrab baik antara pria dan wanita yang sedang
dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan pada dasarnya
merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam.
2.1.8 Pemujaan
Pemujaan
adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan
dalam bentuk komunikasi ritual.
2.1.9 Belas Kasihan
Dalam
surat Yohanes dijelaskan ada 3 macam cinta. Cinta Agape ialah cinta manusia
kepada Tuhan. Cinta Philia ialah cinta kepada ibu bapak (orang tua) dan
saudara. Dan ketiga cinta erros atau amor ini ialah cinta antara pria dan
wanita. Beda antara cinta amor dan eros ini adalah citna eros cinta karena
kodrati sebagi laki-lakai dan perempuan, sedangkan cinta amor karena
unsure-unsur yang sulit dinalar, misalnya gadis normal yang cantik mencintai
dan mau menikahi seorang pemuda yang kerdil. Cinta terhdap sesame merupakan
perpaduan cinta agape dan cinta philia. Cinta sesame ini diberikan istilah
belas kasihan untuk membedakan antara cinta kepada orang tua, pria-wanita,
cinta kepada Tuhan. Dalam cinta kepada sesame ini diberi istilah belas kasihan,
karena cinta disini buka karena cakapnya, kayanya, cantiknya, melainkan karena
penderitaannya.
2.2.0
Perbedaan Cinta dan Nafsu
Dalam
membina gerakan cinta, yang pertama perlu cepat disadari bahwa yang disebut
cinta sama sekali bukan nafsu. Sulit dihindari bahwa atas dasar cinta murni yang
dirasakan seseorang terhadap orang lain yang berlawanan jenisnya, akhirnya akan
bermuara pada perkawinan, yang akan berlanjut pula pada hubungan seksual. Oleh
karena itu, rasanya sulit diterima bahwa seseorang menyatakan cinta sejati.
Perbedaan cinta dengan nafsu dapat dijelaskan sebagai berikut :
1.
Cinta
bersifat manusiawi. Pada manusia cinta dapat tumbuh dan berkembang, sedangkan
pada binatang hanya terbatas pada nalurinya untuk melindungi.
2.
Cinta
bersifat
rohaniah, sedangkan nafsu sifatnya jasmaniah. Luapan cinta seseorang memberikan semangat
dalam hidupnya dan bagi yang menerimanya dirasakan sebagai kebahagiaan.
Sementara nafsu yang jasmanih cenderung untuk memuaskan dorongan seksual.
3.
Cinta
menunjukkan perilaku memberi, sedangkan nafsu cenderung menuntut nafsu. Pemberian cinta
dilakukan secara halus karena rohania sifatnya, sedangkan dorongan nafsu mudah
dilakukan sebagai paksaan.
2.2.1
Contoh
Cinta Kasih
Ada beberapa contoh cinta kasih,
yaitu sebagai berikut:
1.
Cinta kasih antara
orang tua dengan anaknya. Orang tua yang memperhatikan dan memenuhi kebutuhan
anaknya, berarti mempunyai cinta kasih terhadap anak, mereka selalu
mengharapkan agar anaknya menjadi orang baik dan berguna dikemudian hari.
2.
Cinta kasih antara
pria dan wanita. Seorang pria menaruh perhatian terhadap seorang gadis dengan
prilaku baik, lemah lembut, sopan, apalagi memberikan sekuntum mawar merah,
berarti ia menaruh cinta kasih terhadap gadis itu.
3.
Cinta kasih antara
sesama manusia. Apabila seorang sahabat berkunjung kerumah kawannya yang sedang
sakit dan membawa obat kepadanya, menghiburnya serta medoakannya berarti
sahabat itu menaruh cinta kasih terhadap kawannya yang sakit itu.
4.
Cinta kasih antara
manusia dan Tuhan. Apabila seorang taat beribadah, menuruti perintahnya dan
menjauhi segala larangan Tuhan, orang itu mempunyai cinta kasih kepada Tuhan
pencipta-Nya.
5.
Cinta kasih manusia
terhadap lingkungannya. Apabila seseorang menciptakan taman yang indah,
memelihara tanaman pekarangan, tidak menebang kayu di hutan seenaknya, menanam
tanah gundul dengan teratur, tidak berburu hewan secara semena-mena bisa
dikatakan orang tersebut menaruh cinta kasih atau menyayangi lingkungan
hidupnya.
2.2.2
Ungkapan
Cinta Kasih
Cinta
kasih adalah ungkapan perasaan yang diwujudkan dengan tingkah laku, seperti
dengan kata-kata, tulisan, gerak, atau media lainnya.
Ungkapan
dengan kata-kata atau pernyataan, misalnya ungkapan. Aku cinta padamu. Ungkapan
dengan tulisan, misalnya surat cinta, surat Ibu kepada putrinya. Ungkapan
dengan gerak, misalnya salaman, pelukan, dan rangkulan. Ungkapan dengan media,
misalnya setangkai bunga, benda suvernir dan benda kado. Ungkapan-ungkapan ini
selain dalam bentuk nyata, juga dalam bentuk karya budaya, misalnya seni suara,
seni sastra, seni drama, film, dan seni lukis.
Orang
yang mempunyai pesona cinta kasih, hidupnya penuh gairah, semangat, banyak
inisiatif, dan penuh kreatif, bagi seniman perilaku cinta kasih dituangkan
dalam bentuk karya budaya sehingga dapat dinikmati pula oleh
masyarakat/khalayak. Dengan demikian, masyarakat dapat memetik nilai-nilai
kemanusia yang terungkap melalui karya budaya itu.
BAB III
PENUTUP
2.3.0
Kesimpulan
Cinta adalah perasaan (rasa) suka
terhadap makhluk hidup (manusia). Cinta sama sekali bukan nafsu,
karena cinta bersifat manusia dan rohaniah, serta menunjukkan perilaku memberi
sedangkan nafsu sifatnya jasmaniah dan cenderung menuntut.
Hakikat
cinta adalah kekuatan yang menyatukan manusia dengan manusia lain karena tidak
ada manusia yang bisa hidup sendirian tanpa adanya orang lain
dan relasi
antara manusia tidak akan berarti tanpa didasarkan atas cinta. Cinta dapat diwujudkan
dalam bentuk kasih sayang, pemujaan, dan belas kasihan. Sedangkan kasih sayang diwujudkan dalam bentuk
kemesraan.
Kasih adalah perasaan kasih atau
belas kasih terhadap makhluk hidup. Jadi, cinta kasih dapat diartikan suatu
perasaan manusia yang berdasar pada ketertarikan antar-makhluk hidup dengan
didasari pula rasa belas kasih. Cinta kasih adalah ungkapan perasaan yang dapat diungkapkan dengan tingkah
laku, seperti dengan kata-kata, tulisan, gerak, atau media lainnya.
Cinta kasih dan sayang dalam kehidupan agar tentram damai dan
bahagia
dapat diwujudkan dengan cara mewujukan bentuk-bentuk cinta menurut ajaran agama
yaitu cinta pada diri sendiri, sesama manusia, Allah, dan Rasul, serta cinta seksual, keibuan dan kebapakan. Selain
itu juga dapat diwujudkan dengan bentuk cinta lainnya seperti cinta
persaudaraan dan cinta erotis.
2.4.0
Saran
Cinta kasih memang terkait dengan
kehidupan manusia. Namun dalam kehidupan sehari-hari kebanyakan orang tidak
pernah berfikir tentang apa dan bagaimana cinta itu. Agar
tidak salah mengartikan apa makna cinta dan bagaimana cinta itu maka diperlukan
sebuah pengetahuan tentang cinta.
Daftar Pustaka
Muchji
Achmad dan Nugroho Widyo.1996.Ilmu Budaya.Jakarta:Gunadarma.
Syukri Albana
Nasution,Muhamamad, dkk.Ilmu Sosial Budaya Dasar.2015.Jakarta:Rajawali Pers.

Komentar
Posting Komentar